Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pulau Timor Positif Terserang Flu Babi Afrika

Hasil pemeriksaan laboratorium sudah terkonfirmasi bahwa positif ASF.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Februari 2020  |  13:25 WIB
Tim medis dari Dinas Pertanian Kota Denpasar menyemprotkan disinfektan ke kandang babi milik warga di Denpasar, Bali, Rabu (5/2/2020). Kegiatan tersebut untuk mencegah penyebaran wabah virus African Swine Fever (ASF) yang diduga menyebabkan banyak ternak babi mati mendadak di sejumlah daerah di Bali. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Tim medis dari Dinas Pertanian Kota Denpasar menyemprotkan disinfektan ke kandang babi milik warga di Denpasar, Bali, Rabu (5/2/2020). Kegiatan tersebut untuk mencegah penyebaran wabah virus African Swine Fever (ASF) yang diduga menyebabkan banyak ternak babi mati mendadak di sejumlah daerah di Bali. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, KUPANG - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan saat ini pulau Timor telah terserang virus African Swine Fever (ASF) yang kemungkinan masuk dari Timor Leste dan telah menewaskan ratusan ekor ternak babi.

"Hasil pemeriksaan laboratorium sudah terkonfirmasi bahwa positif ASF di Kabupaten Belu dan ini tentu berdampak pada seluruh wilayah di Pulau Timor," kata Asisten II Setda Nusa Tenggara Timur Semuel Rebo kepada Antara di Kupang, Selasa (25/2/2020).

Dia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan seputar virus aneh yang menyerang ternak babi milik petani di Pulau Timor saat ini dan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap contoh daging babi di Medan.

Menurut dia, pemerintah baru mendapat hasil laboratorium dari Medan dan menyatakan bahwa virus yang menyerang ternak babi saat ini adalah virus ASF.

Dia juga mengimbau peternak babi jika melihat gejala aneh, dimana ternak sudah tidak makan, maka segera dipotong untuk dipasarkan.

Langkah ini untuk menghindari kerugian yang lebih besar pada petani peternak, kata mantan Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT itu.

Mengenai penanganan, dia mengatakan dalam hubungan dengan virus ini, pemerintah segera menggelar rapat dengan instansi terkait, untuk mengambil langkah-langkah penanganan.

"Sementara itu dulu, karena kami sudah mengundang instansi terkait untuk menggelar rapat pagi ini, Selasa, untuk membahas masalah ini dan langkah penanganan. Hasil rapat koordinasi ini akan disampaikan untuk dipublikasikan," kata Semuel Rebo. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt babi

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top