Tingkat Inklusi Keuangan di Bali Capai 92,91%

Indeks inklusi keuangan di Bali pada 2019 mencapai level 92,91%  atau lebih tinggi dari indeks inklusi nasional 76,19% dan target nasional 75%. Adapun indeks literasi keuangan Provinsi Bali pada tahun lalu mencapai 38,06%, juga lebih tinggi sedikit dari indeks literasi nasional 38,03%.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  14:17 WIB
Tingkat Inklusi Keuangan di Bali Capai 92,91%
Model membaca e-Book Literasi Keuangan saat peluncurannya, di Jakarta, Kamis (6/7). OJK memperbarui materi buku literasi keuangan tingkat SMA melalui versi elektronik dan menerbitkan buku literasi keuangan untuk segmen profesional dan pensiunan. JIBI/Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, DENPASAR—Indeks inklusi keuangan di Bali pada 2019 mencapai level 92,91%  atau lebih tinggi dari indeks inklusi nasional 76,19% dan target nasional 75%.

Adapun indeks literasi keuangan Provinsi Bali pada tahun lalu mencapai 38,06%, juga lebih tinggi sedikit dari indeks literasi nasional 38,03%. Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Ellyanus Pongsoda menekankan tingginya tingkat inklusi dan literasi tersebut menggambarkan sebagian besar masyarakat di daerah telah menggunakan produk-produk industri jasa keuangan tanpa memahami risiko-risiko dari produk tersebut.

“Sehubungan dengan itu, pelaksanaan program edukasi akan semakin ditingkatkan pada tahun 2020 termasuk optimalisasi penggunaan mobil si mobil edukasi [SiMolek],” tuturnya, Kamis (20/2/2020).

Dia menyatakan selama tahun lalu telah merealisasikan program-program dalam rangka peningkatan indeks inklusi keuangan masyarakat, antara lain melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), optimalisasi peran perbankan dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta mendorong akses keuangan ke daerah terpencil melalui Laku Pandai. Sebagai salah satu program prioritas TPAKD Provinsi Bali tahun 2019, kami telah membangun website ww.kurbali.com dengan mengusung tema Website KUR untuk Semeton Bali.

Hingga saat ini, website tersebut telah diakses lebih dari 20.000 kali, dengan jumlah pengajuan sebanyak 577 pengajuan. Keberadaan website tersebut dinilai sangat bermanfaat dalam mempermudah masyarakat untuk mengakses KUR di Bali.

“Kami informasikan bahwa pengajuan KUR melalui website ini hanya ada di Bali dan yang pertama di Indonesia,” jelasnya.

Pada tanggal 6 Desember 2019 juga telah dilaunching SimPel (Simpanan Pelajar) dalam rangka meningkatkan Gerakan Indonesia Menabung. Selain dua hal tersebut, regulator keuangan ini juga terus membantu program pemerintah dalam ketahanan pangan melalui optimalisasi program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), dan Asuransi Nelayan bekerja sama dinas terkait dan PT. Jasindo Cabang Denpasar serta melakukan sosialisasi tentang keuangan bagi masyarakat Bali.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, kur, literasi keuangan, inklusi keuangan

Editor : Feri Kristianto
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top