Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

8 Ha Tanaman Jagung di Flores Timur Diserang Hama Tikus

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur Anton Wukak Sogen mengemukakan selain serangan ulat grayak, hama tikus juga mulai menyerang tanaman jagung milik petani di daerah itu mencapai delapan hektare.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  08:55 WIB
Para petani jagung di Desa Tuwagetobi, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur saat mengurus kondisi tanaman jagung mereka yang terserang hama ulat grayak, Senin (10/2/2020). - Antara/Kamilus Tupen)
Para petani jagung di Desa Tuwagetobi, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur saat mengurus kondisi tanaman jagung mereka yang terserang hama ulat grayak, Senin (10/2/2020). - Antara/Kamilus Tupen)

Bisnis.com, KUPANG - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur Anton Wukak Sogen mengemukakan selain serangan ulat grayak, hama tikus juga mulai menyerang tanaman jagung milik petani di daerah itu mencapai delapan hektare.

“Laporan dari lapangan tidak hanya ulat grayak tapi juga hama tikus juga menyerang tanaman jagung di wilayah Kecamatan Klubagolit,” katanya ketika dihubungi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (11/2/2020) seperti dilaporkan Antara.

Dia mengatakan saat ini serangan hama secara bertubi-tubi menyerang tanaman jagung petani di wilayah kabupaten paling timur Pulau Flores itu. Ulat grayak sampai saat ini terus menyerang tanaman jagung seluas 4.585 hektare.

“Karena itu sekarang kami betul-betul berkonsentrasi untuk melakukan pengendalian hama ini karena sudah parah,” katanya.

Dia mengatakan upaya pengendalian hama terus dilakukan baik dengan pendekatan budaya lokal maupun pada tingkat tertentu melalui bahan kimia.

Menurut dia, pengendalian harus secara masif karena serangan hama ini dikhawatirkan tidak hanya merusak tanaman jagung, namun juga tanaman lainnya seperti sorgum, padi, dan lainnya karena umumnya pola pertanian di daerah dilakukan secara polikultur.

Sementara itu, seorang petani di Desa Tuwagetobi, Kecamatan Witihama, Kamilus Tupen juga membenarkan adanya serangan hama tikus terhadap tanaman jagung milik petani.

“Hama tikus sudah muncul tapi belum kentara, karena rata-rata tanaman jagung untuk petani di Desa Tuwagetobi masih mau berbunga,” katanya ketika dihubungi secara terpisah.

Dia mengatakan informasi yang diperolehnya tikus sudah menyerang tanaman jagung di Kecamatan Klubagolit karena para petani di wilayah itu lebih dulu menanam jagung sehingga sudah menghasilkan buah.

“Karena itu kami berharap ada hujan yang sangat lebat karena itu bisa membuat populasi tikus menurun seperti kata orang-orang dulu,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jagung nusa tenggara timur hama tikus

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top