Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Flu Babi Afrika, Pengawasan Bandara dan Pelabuhan Diperketat

African Swine Fever (ASF) atau lebih dikenal dengan flu babi Afrika sedang mengancam peternakan babi di Indonesia khususnya Bali.
Busrah Ardans
Busrah Ardans - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  14:59 WIB
Partikel virus flu babi (influenza tipe A subtipe H1N1) - NIAID.
Partikel virus flu babi (influenza tipe A subtipe H1N1) - NIAID.

Bisnis.com, DENPASAR - African Swine Fever (ASF) atau lebih dikenal dengan flu babi Afrika sedang mengancam peternakan babi di Indonesia khususnya Bali.

Mengantisipasi ancaman penyakit ASF ini, Karantina Pertanian Denpasar, menggelar rapat koordinasi dengan instansi untuk memperketat pengawasan melalui Bandara dan Pelabuhan.

Terunanegara, Kepala Karantina Pertanian Denpasar mengatakan Rapat Koordinasi (Rakor) sebagai langkah dalam menyatukan persepsi terhadap upaya pencegahan dini masuknya ASF.

"Pertemuan ini membahas upaya dan strategi yang diambil terhadap kemungkinan- kemungkinan yang menjadi potensi masuk dan menyebarnya penyakit yang disebabkan oleh virus dari family Asfaviridae," jelasnya di Karantina Pertanian Denpasar, Selasa (10/12/2019).

Selain itu juga dibahas sumber penularan virus ASF yang bisa ditularkan melalui lalulintas penumpang yang terkontaminasi virus dari negara wabah, seperti bahan makanan yang ada kandungan babinya, serta sampah sisa makanan/catering yg berasal dari pesawat maupun kapal pesiar yang berasal dari negara wabah.

Pihaknya menyebut, sumber-sumber penularan ini menjadi fokus pengawasan untuk memfilter masuknya wabah ASF ke Bali.

Dengan adanya rakor ini, lanjut dia, timnya ingin mempertajam lagi dukungan karantina terhadap pencegahan masuknya ASF ke Bali dengan melibatkan stakeholder di Bandara, Pelabuhan Laut, Pemerintah Daerah, dan pengelola sampah pesawat dan kapal laut di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan para peternak babi di sekitar TPA khususnya.

"Kunci keberhasilan pencegahan ASF ke Bali adalah koordinasi yang kuat" tegasnya saat memimpin rakor.

Sementara itu Ketua PDHI cabang Bali Prof. I Kt Puja mengungkapkan, saat ini yang paling efektif dilakukan adalah pencegahan masuknya penyakit tersebut mengingat sampai saat ini belum ada obat dan vaksinnya.

Dengan rakor ini, diharapkan filter virus ASF yang masuk ke Bali bisa berlapis dan upaya pencegahan bisa memberikan hasil maksimal.

Adapun bertindak sebagai narasumber adalah Ketua PDHI Cabang Bali, Balai Besar Veteriner Denpasar dan dari Karantina Pertanian Denpasar dengan dihadiri instansi Pemerintah Daerah dan Stakeholder yang terlibat langsung baik di Bandara Udara maupun Pelabuhan Laut

Terkonfirmasi, status penyakit ASF yang sudah mewabah di beberapa negara tetangga dan yang terakhir di bulan September 2019, seperti negara terdekat Indonesia yaitu Timor Leste sudah ditetapkan sebagai negara dengan wabah penyakit yang satu ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Flu Babi
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top