NTT Luncurkan Kampung Cendana

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT meluncurkan Kampung Cendana.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 November 2019  |  18:55 WIB
NTT Luncurkan Kampung Cendana
Ilustrasi tanaman cendana - Istimewa

Bisnis.com, KUPANG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan Kampung Cendana di Desa Bolok, Kabupaten Kupang, bertepatan dengan acara puncak gerakan nasional pemulihan daerah aliran sungai (DAS) tingkat Provinsi NTT tahun 2019.

Kepala Dinas KLHK NTT Fredik J. Kapitan kepada wartawan mengatakan bahwa bertepatan dengan launching Kampung Cendana itu, pihaknya menanam kurang lebih 500 anakan pohon cendana di Bolok.

"Hari ini bertepatan dengan launching Kampung Cendana ini, kita tanam kurang lebih 500 anakan pohon cendana," ujarnya usai dilakukan acara penanaman serentak yang dihadiri oleh Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat, Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung KLHK Hudoyo dan sejumlah Forkompimda lainnya.

Dia memerinci dari 500 yang ditanam itu, 100 anakan ditanam di salah satu lahan yang sudah disiapkan oleh pemerintah setempat, sisanya yakni 400 anakan ditanam di masing-masing rumah warga.

Dengan demikian kita harapkan akan punya banyak pohon cendana yang ditanam oleh warga di rumahnya masing-masing. "Jadi, kalau kita ke sini [Desa Bolok], kita akan lihat banyak rumah sudah punya pohon cendana."

Pemprov NTT, kata Fredik, sudah lama menggaungkan untuk kembali membudidayakan tanaman yang wangi yang menjadi ciri khas hasil alam di NTT itu.

Sejauh ini, ungkapnya, Pemprov NTT terus menyosialisasikan pentingnya menanam tanaman tersebut karena memang kata dia cendana itu bisa memberikan manfaat bagi kehidupan anak cucu masyarakat di NTT.

Di kepemimpinan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, pihaknya menargetkan menanam 1,5 juta pohon cendana ditanam yang tersebar di seluruh NTT dan realisasinya justru melebhihi target yakni mencapai 3 jutaan anakan pohon.

"Dari jumlah itu, yang hidup hingga sekarang 1,2 juta pohon. Ciri pohon cendana, jika tanam banyak pasti hidupnya hanya beberapa," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, hampir semua daerah di NTT sudah mempunyai lahan, khusus untuk budi daya tanaman pohon cendana. Di sisi lain, pihaknya juga terus melakukan penelitian sehingga cendana itu bisa kembali hidup lama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nusa tenggara timur, cendana

Sumber : Antara
Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top