Pemprov Bali Tanam Terumbu Karang di Pantai Tulamben

Pemerintah provinsi Bali menanam ratusan terumbu karang buatan di Pantai Tulamben, Karangasem sebagai bagian peringatan Hari Pariwisata Nasional per 27 September.
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 27 September 2019  |  16:47 WIB
Pemprov Bali Tanam Terumbu Karang di Pantai Tulamben
Kegiatan penanaman terumbu karang jenis Acropora sp dengan metode spider dalam memperingati Hari Pariwisata Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 27 September. - Bisnis/Sultan Anshori

Bisnis.com, AMLAPURA — Pemerintah provinsi Bali menanam ratusan terumbu karang buatan di Pantai Tulamben, Karangasem sebagai bagian peringatan Hari Pariwisata Nasional per 27 September.

Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi BaliI Made Sudarsana mengatakan aktivitas penanaman terumbu karang dengan metode spider bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan terumbu karang yang rusak.

Penelitian tahun lalu menemukan hampir semua terumbu karang yang di seluruh Bali terutama yang ada di Pantai Tulamben rusak dan memprihatinkan. Kerusakan disebabkan pemutihan terumbu karang (coral bleaching) yang disebabkan faktor alam.

"Jadi penanaman terumbu karang jenis Acropora sp ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam bawah laut. Yang mana, karang merupakan unsur penting bagi keberlangsungan hidup biota laut di masa depan," ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan penanaman terumbu karang untuk memperingati Hari Pariwisata Nasional yang dipusatkan di Pantai Tulamben, Karangasem, Jumat (27/9/2019).

Acropora merupakan genus karang scleractinian di Cnidaria Filum. Beberapa spesies yang dikenal sebagai meja karang, karang dan bercabang Elkhorn karang. Saat ini ada 149 spesies dijelaskan.

Acropora salah satu bangunan utama terumbu karang, bertanggung jawab untuk membangun kalsium karbonat substruktur besar mendukung kulit hidup tipis karang. Karang ini memiliki zooxanthellae, simbiosis alga yang hidup dalam sel karang dan menghasilkan energi untuk hewan melalui fotosintesis.

Sudarsana menambahkan selain kegiatan penanaman terumbu karang, dalam kegiatan tersebut pihaknya juga mengkampanyekan program Green Fins. Program ini lebih bersifat imbauan dan larangan kepada para penyelam untuk tidak melakukan aktivitas apapun yang bisa mengganggu kenyamanan dan keamanan biota laut.

Larangan meliputi tidak boleh menyentuh terumbu karang, tidak boleh mengganggu kenyamanan ikan dengan cara mendekati dan memegang hewan laut tersebut. Sehingga, Biota laut tidak terganggu dengan kehadiran penyelaman.

Dalam kegiatan ini kami juga kampanyekan program penyelaman bebas plastik. Dengan program ini, nantinya para penyelam diwajibkan untuk mengambil dan membersihkan sampah plastik saat melihat diatas terumbu karang.

"Jadi ketiga program yang kami lakukan hari ini untuk tetap terjaga. Dengan harapan alam ini tidak hanya bisa dinikmati kali ini saja akan tetapi juga bisa dinikmati oleh para anak dan cucu kita dimasa yang akan datang," jelasnya.

Pantai Tulamben memiliki potensi laut yang luar biasa, dimana keanekaragaman hayati dan biodata didalamnya yang sangat bagus sehingga menjadikan pantai ini sebagai satu di antara sepuluh pantai terbaik di dunia.

Dalam penanaman terumbu karang buatan tersebut juga melibatkan para wisatawan mancanegara. Mereka diajak untuk ikut serta peduli terhadap kelestarian lingkungan yang ada pada.

Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana.

Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana menilai, hal ini justru bisa dijadikan kesempatan untuk membuka alternatif wisata baru bagi wisman. Karena, kegiatan konservasi ini unik bagi mereka karena kegiatan semacam ini tidak tidak pernah dilakukan di negaranya.

Jadi, selain mendapatkan sisi manfaat karena mendorong mereka untuk ikut serta menjaga lingkungan, juga bisa mendatangkan kunjungan wisatawan ke depan. Berdasarkan data yang ada, saat ini wisman yang datang ke pantai Tulamben sekitar 600 orang setiap harinya.

"Ini ide bagus menurut saya. Kalau saya sih sasarannya lebih ke wisman asal China karena mereka ini datang ke Bali sukanya bersama rombongan. Jadi ini kesempatan untuk bisa mendatangkan devisa negara," ujarnya.

Namun, jelas Adnyana diperlukan sinergitas antar semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan sehingga membawa dampak yang positif bagi pertumbuhan pariwisata di Karangasem.

"Pelibatan influence ini saya kira baik, karena bertujuan untuk melibatkan langsung para wisman untuk ikut melakukan kegiatan konservasi di Bali. Dengan begitu, hal tersebut otomatis mereka ini akan menjadi sales promosi ke negaranya sendiri bahwa alam Bali terus dijaga kelestariannya," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top