NTT Optimalkan PLTS untuk Capai Target Rasio Elektrifikasi

PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) optimistis bahwa rasio elektrifikasi dapat ditingkatkan dengan optimalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 17 September 2019  |  20:45 WIB
NTT Optimalkan PLTS untuk Capai Target Rasio Elektrifikasi
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN— PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) optimistis bahwa rasio elektrifikasi dapat ditingkatkan dengan optimalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

GM PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) Ignatius Rendoyoko mengemukakan bahwa saat ini rasio elektrifikasi provinsi tersebut telah mencapai 73,72%. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu yang baru mencapai 62%.

“Kami melihat wilayah ini merupakan salah satu provinsi yang tertinggi dalam optimalisasi penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), khususnya dalam pemanfaatan energi surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pengerjaan projek PLTS di NTT dilakukan melalui peggunaan bidang lahan tanah yang tidak lagi produktif, sehingga nilai ekonomisnya akan bisa terkonversi melalui aplikasi PLTS,”jelasnya melalui keterangan resmi Selasa (17/9/2019).

Senada, Direktur Human Capital Management (HCM) PT (Persero) PLN Muhamad Ali mengatakan bahwa

proses elektrifikasi dapat duipercepat karena adanya dukungan sumber energi terbarukan (EBT) yang melimpah di wilayah tersebut.

“Saat ini lebih dari Rp9 miliar sudah investasi yang tertanam pada enam pembangunan sumber EBT meliputi PLTP – panas bumi; PLTMH – mikro hidro; PLTS – tenaga surya; dan PLTB – tenaga bayu. Melalui sinergi dengan pemerintah desa, maka pelaksanaan program Tim Percepatan Listrik Pedesaan terlaksana dengan baik,”jelasnya.

Peningkatan rasio elektrifikasi di Bumi Flobamora tersebut, salah satunya juga memerlukan dukungan dan pembangunan dari SDM berkompetensi, yang dihasilkan melalui pelaksanaan program vokasi dengan sejumlah SMKN di wilayah Kupang dan Maumere yang terlaksana sejak 2018.

Adapun sejumlah pengembangan SDM di NTT diakukan melalui program leader create leader pegawai UIW NTT dengan kader asli NTT, yang saat ini telah terealisasi sebanyak 14 dari 18 angkatan yang rencananya berlangsung sampai 31 Desember 2019.

Ada juga pengembangan keahlian sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP); program riset kerjasama dengan Universitas Nusa Cendana; program pengembangan kompetensi keahlian kabel laut dengan ITB untuk melistriki Kepulauan di Labuan Bajo dengan sistem kabel laut, serta upaya memaksimalkan pemberdayaan putra daerah NTT di PLN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ntt, pembangkit listrik

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top