Transaksi Daring Topang Kenaikan DPK Danamon Bali

PT Bank Danamon Indonesia Tbk Regional Bali-Nusa Tenggara mencatat kenaikan 12,85% raihan dana pihak ketiga pada semester I/2019 diantaranya didorong semakin mudahnya transaksi secara daring yang mudah dilakukan nasabah.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  17:45 WIB
Transaksi Daring Topang Kenaikan DPK Danamon Bali
Regional Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk Bali-Nusa Tenggara I Gusti Agus Indrawan (kanan) dan Regional Consumer Head AA Putri Aryani - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, DENPASAR—PT Bank Danamon Indonesia Tbk Regional Bali-Nusa Tenggara mencatat kenaikan 12,85% raihan dana pihak ketiga pada semester I/2019 di antaranya didorong semakin mudahnya transaksi secara daring yang mudah dilakukan nasabah.

Regional Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk Bali-Nusa Tenggara I Gusti Agus Indrawan mengatakan terobosan transaksi daring ini juga kian meningkatkan pangsa pasar dengan banyaknya nasabah dari kalangan milenial yang sangat familiar terhadap teknologi digital.

“Bank Danamon terus berupaya meningkatkan layanan berbasis teknologi dan digital untuk memberikan pengalaman transaksi secara mudah dan nyaman kepada nasabah,” katanya, Selasa (13/8/2019).

Hingga 30 Juni 2019 dana pihak ketiga Danamon Regional Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur tercatat Rp3,3 triliun atau naik 12,85 dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sedangkan penyaluran kredit pada semester I tercatat Rp2,02 triliun atau turun tipis 4,73%, kendati catatan Maret-Juni 2019 telah menunjukkan kenaikan 0,97%.

Kata dia ekspansi kredit tetap dilakukan, tetapi dalam kondisi ekonomi secara global seperti saat ini debitur menerapkan prinsip kehati-hatian dan enggan menggunakan plafon kredit secara maksimal.

Menurut Indrawan kinerja Bank Danamon secara nasional pada semester semester I tahun 2019 dengan total portofolio kredit dan trade finance tercatat tumbuh 11% menjadi Rp148 triliun dari tahun sebelumnya. 

Bank juga mencatat pertumbuhan giro dan tabungan (current account savings accounts/CASA) naik 8% serta deposito naik 16%. Pada kurun enam bulan awal tahun ini Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,8 triliun. 

Selain itu, kredit consumer mortgage tumbuh 28% menjadi Rp 8.8 triliun dan kredit di segmen enterprise banking yang terdiri dari segmen perbankan korporasi, perbankan komersial dan institusi keuangan atau EB & FI naik 15% menjadi Rp44,3 triliun.

Untuk segmen perbankan UKM juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 15% dari tahun sebelumnya menjadi Rp35 triliun.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 12% secara setahunan menjadi Rp53.9 triliun pada semester pertama 2019.

Pertumbuhan ini didukung pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat yang tumbuh masing-masing sebesar 13% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 14% menjadi Rp 147,1 triliun secara setahunan. 

Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio/CAR)  konsolidasi dan bank-onty masing-masing 21.7% dan 22,3%. Untuk giro dan tabungan atau CASA naik 8% menjadi Rp54,7 triliun, deposito naik 16% menjadi Rp63,0 triliun.

Untuk rasio intermediasi makroprudensial (RIM) pada posisi 97,3% menunjukkan likuiditas bank yang cukup untuk mendukung pertumbuhan ke depan. Danamon juga telah menerbitkan obligasi sebesar Rp2 triliun pada Mei 2019. 

Ia menjelaskan bank ini terus meningkatkan penerapan prosedur pengelolaan risiko dan manajemen kualitas aset yang pruden, melalui proses underwriting, monitoring, collection dan recovery kredit yang disipiin. 

Rasio kredit bermasalah atau NPL tercatat di posisi 3,2% dibandingkan 3,3% di akhir semester pertama tahtm 2018. Rasio biaya kredit (cost of credit ratio) juga membaik di posisi 2.5% dibandingkan 2.6% setahun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, bank danamon

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top