Denpasar Hidupkan Kawasan Heritage Gajah Mada

Pemkot Denpasar berencana menghidupkan kembali aktivitas wisata legenda di di kawasan heritage Jalan Gajah Mada dan sekitarnya.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  14:42 WIB
Denpasar Hidupkan Kawasan Heritage Gajah Mada
Transportasi dokar tersedia bagi para peminat wisata kota di Denpasar. - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR—Pemkot Denpasar berencana menghidupkan kembali aktivitas wisata legenda di di kawasan heritage Jalan Gajah Mada dan sekitarnya.

Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra telah meminta Badan Kreatif Denpasar bersama komunitas pendukung untuk menggali potensi kawasan yang sejak dulu dikenal sebagai pusat perekonomian tersebut.

“Ada beberapa jenis kuliner yang melegenda dan tempat persinggahan wisatawan untuk membeli cenderamata di sana. Semua potensi akan kita gali kembali,” katanya saat menerima seniman di kediamannya, Senin (12/8/2019).

Rai Mantra di antaranya menyebut Bhineka Djaja yakni toko kopi yang berkembang sejak 1935 dan warung kopinya tetap eksis hingga kini.

Ia menyebut beberapa objek wisata kota di sekitar kawasan ini antara lain Pura Jagatnatha, lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Patung Tjatur Muka, Inna Bali Hotel, Pasar Burung Satria, Pasar Badung dan Kumbasari hingga Pura Maospahit.

Pada Minggu (18/8/2019) mendatang sejumlah komunitas, bloger, youtuber, dan jurnalis diajak untuk napak tilas beberapa tempat peninggalan bersejarah dan penuh kenangan di kawasan tersebut.

Dia menjelaskan kini kawasan ini telah dilengkapi dengan area publik baru yakni taman dan area pejalan kaki di pinggris sungai Tukad Badung.

Rai Mantra berencana akan memfungsikan halaman di Pasar Badung menjadi plaza square untuk menampung berbagai aktivitas kreatif anak muda, bazar seni, dll.

“Yang lebih penting lagi adalah panduan yang dilengkapi dengan narasi historis dari berbagai tempat atau peninggalan di kawasan tersebut yang belum banyak diketahui generasi sekarang,” ujarnya.

Koordinator Komunitas Nitirupa Wayan Redika mengusulkan Denpasar Art Space difungsikan untuk menggelar peristiwa kesenian yang bersifat interaktif, edukatif, dan apresiatif secara berkala terutama yang menyasar anak muda. Berbagai kegiatan dari bermacam kegiatan kreatif bisa digelar seperti seni rupa, tari, video, film, fotografi, teater, sastra dll.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top