Komunitas Malu Dong Tempatkan Asbak Besar di Pura Besakih

Komunitas Malu Dong melalui aksi peduli lingkungan dan gerakan sosial bertajuk #KurangiResiko menempatkan asbak besar untuk area khusus merokok di kawasan Pura Besakih, Karangasem.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 11 Agustus 2019  |  17:07 WIB
Komunitas Malu Dong Tempatkan Asbak Besar di Pura Besakih
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali I Gusti Ngurah Sudiana (kiri) berbincang dengan para pegiat Komunitas Malu Dong dan aktivis lingkungan seusai penempatan asbak besar di Pura Besakih. - Istimewa
Bisnis.com, AMLAPURA--Komunitas Malu Dong melalui aksi peduli lingkungan dan gerakan sosial bertajuk #KurangiResiko menempatkan asbak besar untuk area khusus merokok di kawasan Pura Besakih, Karangasem.
Pendiri Komunitas Malu Dong Komang Bemo Sudiarta mengatakan penempatan asbak besar di daerah gunung ini menyusul aksi serupa yang telah dilakukan di lima titik pantai di Bali. Langkah ini sejalan dengan konsep Hindu Bali “Nyegara Gunung” bahwa laut dan gunung sejatinya adalah satu kesatuan. 
“Setiap tindakan di gunung akan berdampak di laut serta sebaliknya,” katanya, Minggu (11/8/2019). 
Menurut Sudiarta Pura Besakih dipilih karena merupakan pura terbesar dan pusat kegiatan dari seluruh pura yang ada di Bali. Pura yang terletak di kaki Gunung Agung ini juga dipercaya sebagai awal mula penyebaran agama Hindu Dharma di Bali.
Komunitas ini juga berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat di Bali mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. Salah satunya mengenai sampah dan puntung rokok yang dapat berdampak negative bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat jika tidak dibuang pada tempatnya.
Dipilihnya pura sebagai salah satu tempat sosialisasi, karena selain sebagai tempat ibadah, juga menjadi tempat yang banyak dikunjungi wisatawan, terutama Pura Besakih yang memang menjadi tengara di Bali. “Jangan sampai kebudayaan Bali rusak karena kurangnya kepedulian kitaterhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Nanti yang rugikitasendiri,” katanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga kelestarian alam dan kebudayaan melalui pengendalian sampah dan puntung rokok. Selain itu,perlu  pendekatan pengurangan risiko bagi rokok bias diterapkan sebagai salah satu jalan keluar. 
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)  Bali I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan gerakan ini perlu didukung karena sangat baik dan berdampak positif. 
“Bersih itu tidak hanya indah, tapi juga cerminan dari jiwa kita. Konsep ini sesuai dengan Tri Hita Karana, utamanya upaya manusia menjaga keharmonisan alam dan mengurangi risiko kerusakan terhadap lingkungan.
Selain pemasangan area khusus merokok dengan penempatan asbak besar, Komunitas Malu Dong juga melakukan Pura Clean Up dengan melibatkan sekitar 100 orang dari berbagai komponen masyarakat.
Gerakan #KurangiResiko telah dilakukan sejak awal 2019 lalu dengan melakukan aksi di berbagai tempat seperti bersih-bersih pantai, talk show mengenai pengurangan risiko dalam aspek kehidupan sehari-hari, termasuk imbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan serta penggunaan produk tembakau alternative.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top