Film 'Bali: Beats of Paradise' Tayang Perdana di Pulau Dewata

Film garapan sutradara Hollywood asal Indonesia Livi Zheng “Bali: Beats of Paradise” untuk pertama kali diputar di hadapan publik Pulau Dewata di Cinemaxx Lippo Mal Kuta, Sabtu (10/8/2019) malam.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 11 Agustus 2019  |  11:12 WIB
Film 'Bali: Beats of Paradise' Tayang Perdana di Pulau Dewata
Pemutaran perdana film 'Bali: Beats of Paradise' - Bisnis/Ema Sukarelawanto
Bisnis.com, MANGUPURA—Film garapan sutradara Hollywood asal Indonesia Livi Zheng “Bali: Beats of Paradise” untuk pertama kali diputar di hadapan publik Pulau Dewata di Cinemaxx Lippo Mal Kuta, Sabtu (10/8/2019) malam.
Sang sutradara hadir dalam gala premiere tersebut bersama pemeran film ini yakni Nyoman Wenten dan istri Nanik Wenten, serta musisi Wayan Balawan. Mereka berbaur bersama ratusan penonton, termasuk pemeran latar dan keluarga Wenten dari Banjar Sading, Badung, Bali.
“Saya bahagia akhirnya bisa menghadirkan film ini di tanahnya sendiri dan saya tak akan berhenti membuat film-film dengan latar budaya nusantara,” kata Livi yang juga aktor dan produser itu.
Livi mulai dikenal melalui film laga “Brush with Danger” yang tayang di bioskop-bioskop Amerika dan didistribusikan secara internasional termasuk di Indonesia. Livi juga telah mengajar di 30 universitas di antaranya University of California-Los Angeles, Yale University, New York Film Academy dan University of Southern California.
 
“Bali: Beats of Paradise” merupakan film drama berdasarkan kisah nyata tentang perjalanan kreatif seniman asal Bali Nyoman Wenten yang mengejar mimpi di Amerika Serikat untuk memasyarakatan gamelan di Negara Adidaya itu.
Nyoman Wenten tidak hanya mampu bertahan di Los Angeles, tetapi juga berhasil mewujudkan keinginannya bahkan telah menjadi guru bear di tempatnya mengajar. Berkat Wenten, musik gamelan kini popular dan diajarkan di kampus-kampus utama di Amerika.
“Saya ingin berbagi pengalaman agar para generasi muda terpacu mewujudkan cita-cita, apapun latar belakang sosial dan disiplin yang ditekuninya,” kata Wenten.
 
Setelah 40 tahun malang melintang di Amerika, di masa tuanya Wenten ingin kembali pulang ke kampung halamannya di Bali. Namun, Wenten ingin selalu meraih sesuatu yang bisa disumbangkan bagi Tanah Air-nya. 
Dalam film layar lebar, yang pengambilan gambarnya dilakukan di Los Angeles, Amerika, dan Bali, Wenten bekerja sama dengan Judith Hill –penyanyi kontestan The Voice, mitra duet Michael Jackson, penyanyi latar Stevie Wonder dan juga pemenang Grammy Award. 
Mereka menggabungkan genre musik tradisional Bali  yang pentatonik dengan musik funk.  Kolaborasi ini dikerjakan bersama di studio Judith. Klip video lagu “Queen of the Hill” telah ditonton lebih dari 1 juta pemirsa di kanal Youtube.
Film ini akan diputar serentak di bioskop seluruh tanah air mulai 22 Agustus 2019. Sebelumnya film ini telah tayang di bisokop-bioskop di Amerika Serikat, Korea Selatan, serta bisa dinikmati dalam penerbangan Singapore Airlines dan sebentar lagi  akan masuk seluruh daratan China. Pada penghargaan Piala Oscar 2019, “Bali: Beats of Paradise” masuk  dalam seleksi nominasi untuk kategori The Best Picture.
Saat ini Livi tengah menyelesaikan dua film baru yakni “The Santri” dengan salah satu pemeran Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang menggambarkan tentang toleransi di Indonesia. Film satunya lagi mengambil latar budaya Minang, Sumatera Barat. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top