Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polda Bali Tengah Ungkap Skimming WNA Asal Bulgaria

Kapolda Bali Irjen Polisi Petrus Reinhard Golose mengemukakan kasus skimming terjadi di seluruh dunia, tidak hanya di wilayah Bali.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  13:26 WIB
Polisi memeriksa mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri, guna mengantisipasi kejahatan 'skimming', di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/3/2018). - ANTARA/Didik Suhartono
Polisi memeriksa mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri, guna mengantisipasi kejahatan 'skimming', di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/3/2018). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, BALI – Kapolda Bali Irjen Polisi Petrus Reinhard Golose mengemukakan kasus skimming terjadi di seluruh dunia, tidak hanya di wilayah Bali.

"Kasus skimming happen in the world not only in Bali ini terjadi karena organized crime yang berasal dari Eastern Europe itu banyak yang datang, tetapi kalaupun terjadi di Bali kita bisa ungkap," kata Kapolda Bali usai Upacara Hari Bhayangkara ke-73 di Lapangan Bajrasandhi, Denpasar, Bali, Rabu (10/7/2019).

Ia menjelaskan pihaknya tengah mengungkap kasus skimming WNA asal Bulgaria. Pihaknya juga menegaskan bahwa skimming dapat menimpa seluruh dunia, terlebih dengan keberadaan ATM.

Keberadaan ATM ini, kata dia, dapat mengundang orang untuk mencari peluang untuk mengambil uang dengan berbagai nominal.

"Kasus skimming ATM Ini bukan hanya terjadi di Bali tapi yang banyak mengungkap kasus ini itu ada di wilayah Bali, dari jajaran saya dari Direktorat Reserse Kriminal Umum" kata dia.

Penangkapan telah dilakukan terhadap WNA asal Bulgaria dengan inisial KS yang terlibat kasus skimming di sebuah ATM Jalan Kunti Seminyak, Kuta, Badung.

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan, modus yang digunakan pelaku, yaitu memasang alat skimming berupa router yang juga dilengkapi dengan flashdisk dan hidden camera. Alat tersebut digunakan pelaku untuk mengambil data para nasabah secara ilegal (tanpa izin).

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu buah router lengkap dengan flashdisk, satu buah hidden camera, 26 buah kartu putih, satu buah capit untuk mencongkel alat. Selain itu juga ditemukan, uang tunai berjumlah Rp 2.990.000, pakaian yang digunakan pelaku, telepon seluler dan paspor pelaku.

"Untuk saat ini, pelaku sudah ditangkap dan beberapa barang bukti, berupa kartu putih dan pakaian yang digunakan pelaku sudah diamankan petugas," kata Andi Fairan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pembobolan dana

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top