Pameran Tunggal Tjandra Kirana, Angkat Akulturasi Budaya Bali-China

Perupa Djaja Tjandra Kirana akan menggelar karya seni rupa yang mengusung tema akulturasi budaya Bali-China.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  17:35 WIB
Pameran Tunggal Tjandra Kirana, Angkat Akulturasi Budaya Bali-China
Djaja Tjandra Kirana (kanan) dengan latar belakang lukisannya.

Bisnis.com, DENPASAR — Perupa Djaja Tjandra Kirana akan menggelar karya seni rupa yang mengusung tema akulturasi budaya Bali-China dalam sebuah pameran bertajuk “Culture in Colours” di Santrian Gallery Sanur, 28 Juni hingga 9 Agustus 2019.

Menurut Tjandra pameran ini menandai ulang tahun ke-75 dan ungkapan syukur kepada Tuhan yang memberinya talenta berkesenian.

Baginya, pameran ini akan menjadi peringatan sederhana tentang kemuliaan usia manusia untuk memaknai doa dan kesetiaan bagi siapa saja yang hadir dalam pameran ini.

“Saya bersyukur lahir, tumbuh dan tua di Bali, tempat yang sarat dengan budaya dan ragam tradisi unik yang telah menempa jiwa dan karakter saya dalam membangun etika dan estetika,” katanya, Rabu (26/6/2019).

Tjandra mengaku telah memaknai banyak peristiwa budaya lintas generasi. Banyak kisah Bali di masa lampau yang ia simpan di kanvas sebagai karya seni. Hal serupa juga ia dokumentasikan dalam fotografi, subkesenian yang lain yang ia geluti sampai sekarang.

Baginya, membaca Bali tak bisa dilepaskan dengan akulturasi yang terjadi akibat gesekan dan kedatangan imigran bangsa lain yang juga menambah khazanah kebudayaan di Bali.

Kata dia akulturasi dan perkembangan silang budaya, khususnya kebudayaan bangsa lain, seperti China, India, Arab dan lainnya secara khusus ia cermati. Hal itu melekat dalam sejumlah karya yang dipamerkan saat ini.

“Semoga pameran ini mampu memberikan narasi visual yang mencerahkan dalam melengkapi wawasan kebudayaan yang tak terpisahkan dalam berkesenian,” katanya.

Djaja Tjandra Kirana lahir di Denpasar 29 Juni 1944. Awalnya belajar melukis sendiri sejak masih di sekolah dasar. Pada 1963 memulai karir sebagai fotografer sambil tetap menikmati kegiatan melukis. Sejak 1985 menunjukkan eksistensinya di bidang seni lukis dan menjadi anggota sejumlah komunitas perupa seperti Sanggar Kambodja dan Sanggar Senin Kemis.

Pamerannya kali ini merupakan kelanjutan dari pertanyaan yang sering muncul di benaknya: kenapa di usia semakin tua semangat untuk menciptakan karya seni justru semakin menggelora.

Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra akan membuak pameran ini pada Jumat (28/6/2019) malam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, perupa, pameran seni

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top