Menteri LHK Resmikan Ecoparian Sungai Badung

Langkah nyata seperti ini terus dilaksanakan oleh daerah-daerah di Indonesia. Data tahun lalu menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 6.127.437 orang. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata nasional, permasalahan sampah di Bali menjadi sangat penting.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  09:08 WIB
Menteri LHK Resmikan Ecoparian Sungai Badung
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar didampingi Dirjen Pencemaran Kementerian LHK Karliansyah dan para peserta Pertemuan ke-IV antar Negara dalam Koordinasi Kelautan Negara-Negara Asia Timur (COB-SEA) meresmikan Ecoparian Sungai Badung, Denpasar, Bali, Kamis (20/6/2019) pagi. - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR – Dalam spirit penanganan sampah laut yang dibawa oleh Presiden Jokowi pada KTT Asean di Bangkok, Thailand, pada hari ini (20/6/2019), langkah nyata dari Indonesia juga terus berkembang.

Di Bali, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar didampingi Dirjen Pencemaran Kementerian LHK Karliansyah dan para peserta Pertemuan ke-IV antar Negara dalam Koordinasi Kelautan Negara-Negara Asia Timur (COB-SEA) meresmikan Ecoparian Sungai Badung, Denpasar, Bali, Kamis (20/6/2019) pagi.

Siti mengungkapkan langkah nyata seperti ini terus dilaksanakan oleh daerah-daerah di Indonesia. Data tahun lalu menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 6.127.437 orang. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata nasional, permasalahan sampah di Bali menjadi sangat penting.

“Sampah plastik yang memenuhi sungai dan lautan telah menyebabkan masalah selama bertahun-tahun, seperti menyumbat saluran air, meningkatnya risiko banjir, dan permasalahan lingkungan yang sangat serius. Terkait dengan hal itu, Pemerintah Kota Denpasar di situ serius dalam kebijakan dan strategi pengelolaan sampah serta penanganannya,”papar Siti dalam keterangan pers, Kamis (20/6/2019).

Menurut Siti, dalam rangka mendukung target pencapaian kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah rumah tangga dan mengingat dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari permasalahan sampah terutama sampah plastik, maka telah dibuat beberapa terobosan atau inovasi, di antaranya adalah penetapan Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 36 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik yang telah diapresiasi oleh Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja di kawasan Pasar Badung dan Taman Kumbasari Tukad Badung.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Denpasar juga telah berupaya melakukan berbagai aksi nyata berupa sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik dengan sosialisasi melalui media cetak, elektronik, media sosial, maupun sosialisasi secara langsung kepada masyarakat, dimulai sejak Juni 2018.

Setelah Peraturan Wali Kota Denpasar tersebut resmi diberlakukan pada 1 Januari 2018, diketahui telah terjadi penurunan penggunaan kantong plastik pada toko modern, pusat perbelanjaan, pasar tradisional dan usaha lainnya di Kota Denpasar.

Pada pasar tradisional penurunannya mencapai 54,26%. Untuk usaha kegiatan lainnya mencapai 86,27% dan bahkan mencapai 99,16% untuk toko modern dan pusat perbelanjaan.

Untuk meningkatkan minat masyarakat dalam memilah dan menabung sampah di bank sampah, Pemerintah Kota Denpasar telah membangun aplikasi pelayanan bank sampah berbasis web dan mobile  berupa Sistem Informasi Sadar dan Peduli Lingkungan (Sidarling).

Dari 128 bank sampah, 54 di antaranya sudah tergabung dalam aplikasi Sidarling dengan jumlah nasabah mencapai 5.111 nasabah. Aplikasi tersebut juga menyediakan penghargaan (reward) bagi nasabah yang sudah mencapai poin pengumpulan tertentu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, lingkungan hidup, badung, klhk

Editor : Herdiyan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top