Badung Pacu Kenaikan Kunjungan Wisman Jepang

Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Badung menggandeng Bali Rasa Sayang –perkumpulan biro perjalanan khusus pasar Jepang.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 30 Mei 2019  |  13:18 WIB
Badung Pacu Kenaikan Kunjungan Wisman Jepang
Sejumlah pelajar bersembahyang bersama saat perayaan Hari Saraswati atau hari turunnya ilmu pengetahuan di SD Negeri 1 Sumerta, Denpasar, Bali, Sabtu (11/5/2019). Hari Raya Saraswati merupakan hari yang diperingati umat Hindu untuk mensyukuri sekaligus memohon agar ilmu pengetahuan yang ada dapat bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia. - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR—Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Badung menggandeng Bali Rasa Sayang –perkumpulan biro perjalanan khusus pasar Jepang—untuk mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan asal Negeri Sakura.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung IGN Rai Suryawijaya mengatakan wisman asal Jepang pernah ‘booming’ ke Bali sebelum Japan Airlines (JAL) menghentikan penerbangan ke Pulau Dewata pada 2010.

“Kami ingin meningkatkan kembali kunjugan wisaman Jepang untuk mendongkrak kelesuan okupansi hotel yang sekarang hanya berkisar 62%,” katanya Rabu (29/5/2019).

Menurut Rai masa emas kedatangan kedatangan wisatawan Jepang pada 2010 mencapai 350.000 orang, sedangkan pada 2017 dan 2018 mengalami penurunan hingga 100.000 orang.

Ia bertekad mengembalikan kembali kehadiran wisatawan Jepang yang pernah menempati peringkat pertama jumlah kunjungan wisatawan ke Bali.

Kata dia dalam pertemuan dengan pihak Bali Rasa Sayang mendapatkan gambaran tentang potensi wisatawan Jepang yang selama ini turun karena penghentian penerbangan JAL.

Seperti dikemukakan Agung Ode, salah seorang pengurus Bali Rasa Sayang bahwa saat ini terdapat sekitar 18 juta wisatawan Jepang yang setiap tahun bepergian ke luar Negeri Sakura. Kata dia Bali hanya kebagian 1,34%-1,4%.

Kata dia yang menarik adalah share 1.4% tersebut berbanding lurus dengan dinamika jumlah wisatawan asal Jepang yang bepergian ke luar negeri. Itu menandakan promosi Bali pada khususnya termasuk Indonesia masih kalah dengan negara pesaing.

Ia menyebut salah satu halangan Bali dan Indonesia adalah kurangnya intensitas penerbangan sejak JAL tidak lagi terbang ke Bali.

Rai merespons informasi tersebut dan berjanji meminta kepada pemerintah melakukan pendekatan kepada JAL untuk membuka kembali penerbangan langsung ke Bali.

Selain itu, BPPBD Badung bersama Bali Rasa Sayang akan melakukan promosi bersama pada Oktober 2019 untuk menggarap pasar potensial yang kini terus mengalami penurunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, wisatawan asing

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top