Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NTT Menargetkan Ekspor Kelor Mulai 2019

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat menargetkan untuk mengekspor langsung tanaman kelor dari NTT mulai 2019.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Mei 2019  |  12:22 WIB
Olahan daun kelor. - BIM
Olahan daun kelor. - BIM

Bisnis.com, KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat menargetkan untuk mengekspor langsung tanaman kelor dari NTT mulai 2019.

"Kami targetkan tahun ini juga mulai ekspor kelor ke Jepang," katanya di Kupang, Kamis (30/5/2019).

Ia mengatakan kelor yang diminta dari Jepang bisa mencapai sekitar 40 ton per dua minggu dalam bentuk bubuk."Karena itu kami sedang persiapan untuk memenuhi permintaan tersebut dan diharapkan tahun ini bisa mulai ekspor," katanya.

Ia mengatakan tanaman kelor bagi masyarakat di provinsi setempat masih dianggap sayur kelas dua. Kelor dikonsumsi warga ketika tidak memiliki persediaan jenis sayuran lainnya.

Namun, sejak awal pemerintahannya mulai mendorong pengembangan tanaman kelor secara besar-besaran untuk peningkatan gizi masyarakat maupun dijual sebagai sumber pendapatan.

"Sekarang saya lihat sudah banyak yang menjadikan kelor ini sebagai bagian dari menu sayur utama," katanya.

Ia menambahkan, tanaman kelor memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena dibutuhkan berbagai negara untuk konsumsi maupun industri. Karena itu, ia menargetkan hasil kelor yang dikembangkan di provinsi bisa dipasarkan untuk ekspor.

Jika target ekspor ini terealisasi, lanjutnya, kelor akan menjadi komodias kedua yang diekspor langsung dari provinsi berbasiskan kepulauan itu.

Sebelumnya, pada Selasa (28/5), NTT melakukan ekspor perdana rumput laut langsung ke Argentina dalam bentuk chip sebanyak 25 ton yang dilakukan PT Rote Karaginan Nusantara.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt kelor

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top