Pemkot Mataram Siapkan Rp1 Miliar Bangun Jembatan di Ampenan

Jembatan penyeberangan di kawasan Pejeruk Abian, Kecamatan Ampenan yang membentang di atas Sungai Jangkuk ke arah Lingkungan Banjar Kelurahan Dasan Agung Baru.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  15:38 WIB
Pemkot Mataram Siapkan Rp1 Miliar Bangun Jembatan di Ampenan
Sejumlah warga memancing dengan latar belakang puncak Gunung Agung Bali yang terlihat dari pantai Ampenan, Mataram, NTB, Selasa (23/4/2019). Menurut data Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM saat ini status Gunung Agung level III (siaga) pasca erupsi strombolian pada Minggu (21/4/2019) lalu. - Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, MATARAM – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk membangun jembatan penyeberangan di kawasan Pejeruk Abian, Kecamatan Ampenan yang membentang di atas Sungai Jangkuk ke arah Lingkungan Banjar Kelurahan Dasan Agung Baru.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Miftahurrahman di Mataram, Senin (27/5/2019), mengatakan, pembangunan jembatan penyeberangan tersebut untuk mempermudah akses jalan sekaligus menjadi jalan alternatif di kawasan tersebut.

"Jembatan penyeberangan itu nantinya akan menjadi penghubung antara warga di Pejeruk Abian, Kecamatan Ampenan, dengan Lingkungan Banjar Kelurahan Dasan Agung Baru," katanya.

Jembatan penyeberangan yang akan dibangun ini lebih kecil dibandingkan dengan jembatan Dasan Agung yang dibangun sebelumnya untuk menghubungkan Kelurahan Dasan Agung dengan Dasan Sari.

Dimana untuk jembatan penyeberangan di Pejeruk Abian dibangun dengan lebar hanya sekitar 1,8 meter, panjang sekitar 40 meter atau sepanjang bentangan Sungai Jangkuk, sehingga hanya bisa dilewati untuk pejalan kaki, kendaraan roda dua dan roda tiga.

"Direncanakan proses pembangunan jembatan penyeberangan akan bersamaan dengan pembangunan jalan inspeksi pinggir Sungai Jangkuk bagian utara yang akan dibangun melalui lembaga Kota Tanpa Kumuh (KotaKu)," katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, pemerintah kota fokus melaksanakan program peningkatan infrastruktur dengan membuka sejumlah jalan baru, terutama untuk dipinggir sungai agar sepanjang sungai ada jalan inspeksi.

"Keberadaan jalan inspeksi di pinggir sungai mempermudah kita dalam melakukan pemeliharaan, mempermudah akses jalan warga serta mengurangi kawasan kumuh perkotaan," katanya.

Menurut dia, dengan dibangunnya jalan, warga yang rumahnya sebelumnya membelakangi sungai, akan berubah menghadap sungai sehingga kawasan sungai juga bisa tetap terjaga.

Koordinator KotaKu Kota Mataram Hartati sebelumnya mengatakan, untuk pembangunan jalan inspeksi Sungai Jangkuk di Pejeruk Abin tersebut telah dialokasikan dana Rp5 miliar dari Bank Dunia.

"Dana itu akan digunakan untuk melakukan penataan terhadap akses jalan yang telah dibuka pemerintah kota sepanjang 450 meter, dengan lebar enam meter," ujarnya.

Tapi dalam penataannya, kata Hartati, jalan tersebut akan menggunakan sistem paving block, tidak menggunakan aspal hotmix agar akses kendaraan tidak terlalu ramai dan padat.

"Dengan menggunakan paving block, maka areal tersebut bisa menjadi 'jogging track' dan tempat bermain anak-anak mengingat di jalan itu terdapat ruang terbuka hijau (RTH)," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mataram

Sumber : Antara
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top