Jelang Lebaran, Pertamina Penuhi Stok BBM & LPG di Bali

Berdasarkan data penyaluran untuk Wilayah Bali, peningkatan konsumsi BBM selama lebaran diprediksi meningkat 2-4% pada H-3, lebih kecil dibandingkan Jawa dengan besaran 7-10%.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 25 Mei 2019  |  09:21 WIB
Jelang Lebaran, Pertamina Penuhi Stok BBM & LPG di Bali
Petugas melayani pembelian bahan bakar minyak di salah satu SPBU di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, DENPASAR – Pertamina Marketing Operation Region V bentuk tim satgas untuk memantau dan mengkoordinasikan penyaluran BBM dan LPG mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi di jalan raya hingga pemantauan kondisi di lapangan.

Rustam Aji, Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus mengatakan langkah antisipatif ini dilakukan agar ketersediaan BBM dan LPG di masyarakat dapat terus terpenuhi.

“Kami lakukan penguatan stok untuk BBM, LPG, serta avtur,” katanya dalam keterangan resmi, Minggu (25/5/2019).

Berdasarkan data penyaluran untuk Wilayah Bali, peningkatan konsumsi BBM selama lebaran diprediksi meningkat 2-4% pada H-3, lebih kecil dibandingkan Jawa dengan besaran 7-10%. Hal ini karena Bali bukan tujuan mudik, tetapi daerah wisata pada titik objek wisata seperti Bedugul, Kintamani, dan Kuta.

Pada kondisi normal, rata-rata konsumsi normal produk gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax series) sebesar 2.075 KL (kilo liter) per hari, sedangkan untuk gasoil (solar, dexlite, pertamina ex) rata-rata konsumsi normal 525 KL per hari.

“Walaupun pada liburan ada kenaikan, namun selama masa satgas secara total relatif stabil,” ujarnya.

Ia menyebut kebutuhan BBM di Bali dilayani dari 191 SPBU yang disuplai dari 2 (dua) Terminal BBM yang ada di Bali, yaitu Terminal BBM Sanggaran dan Terminal BBM Manggis.

Pertamina mengoptimalkan stok dan distribusi dari kedua Terminal BBM tersebut. Kata dia disiapkan pula  82 mobil tangki dengan total kapasitas 1.520 KL, dan 223 Awak Mobil Tangki yang bersiaga untuk memastikan BBM dapat sampai kepada pelanggan.

Untuk konsumsi LPG di Bali, tambahnya, diprediksi meningkat sekitar 3% untuk LPG 3 Kg dari rata-rata konsumsi harian sebesar 630 MT (metric ton) per hari. Pertamina telah meningkatkan ketersediaan stok elpiji yang normalnya 3-4 hari, menjadi 4-7 hari dengan menambah stok di Depo Manggis-Karangasem dan Depo Sanggaran-Denpasar.

Pertamina juga berkoordinasi dengan lembaga penyalur LPG, untuk mengaktifkan Agen dan Pangkalan Siaga, yang tetap buka melayani di hari libur. Di Bali, jumlah Agen Siaga mencapai 22 agen untuk LPG 3 kg dan 21 agen untuk LPG Non-subsidi. Pangkalan Siaga LPG 3 kg mencapai 108 pangkalan dan 536 Pangkalan LPG Non-subsidi, termasuk SPBU yang menyediakan LPG 3 kg.

Sementara itu, untuk avtur telah disiagakan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai Bali. Pertamina memprediksi konsumsi avtur saat Satgas RAFI akan naik menjadi 2.425 KL, dari rata-rata konsumsi normal 2.265 KL.

DPPU Ngurah Rai memiliki fasilitas 7 tangki timbun dengan kapasitas 24.300 KL yang dipasok dari Refinery Unit IV Cilacap serta Refinery Unit V Balikpapan. DPPU Ngurah Rai juga dilengkapi 7 unit Refueler yang selalu siaga untuk memenuhi kebutuhan penerbangan baik domestic maupun internasional. Selain di DPPU Ngurah Rai, Terminal BBM Manggis juga memiliki tangki penyimpanan Avtur dengan kapasitas 40.000 KL.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top