Diageo Indonesia Kampanyekan Perilaku Mengemudi Aman

Produsen minuman beralkohol, Diageo Indonesia, memberikan pelatihan mengemudi defensif kepada karyawan untuk menyebarluaskan sikap ‘minum yang bertanggungjawab’.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 24 April 2019  |  09:33 WIB
Diageo Indonesia Kampanyekan Perilaku Mengemudi Aman
Presiden Direktur Diageo Indonesia Christophe Beau (kedua kiri) menyaksikan pelatihan mengemudi defensif untuk menyebarluaskan sikap minum yang bertanggungjawab melalui program Dont Drink and Drive', Selasa (23/4/2019). - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, TABANAN — Produsen minuman beralkohol, Diageo Indonesia, memberikan pelatihan mengemudi defensif kepada karyawan untuk menyebarluaskan sikap ‘minum yang bertanggungjawab’.

Presiden Direktur Diageo Indonesia Christophe Beau mengatakan perusahaan ikut bertanggung jawab memberikan edukasi ‘Don’t Drink and Drive’ yang bertujuan mengubah perilaku dan pola pikir saat mengemudi kendaraan bermotor secara aman, tertib, dan berempati terhadap pengguna jalan lainnya.

“Kami mendorong agar semakin banyak orang memahami bahaya mengendarai kendaraan bermotor seusai mengonsumsi minuman beralkohol,” katanya, Selasa (23/4/2019) petang.

Selain itu, ia menghimbau agar tidak minum minuman berlakohol secara berlebih serta mengonsumsi minuman berkualitas yang memenuhi standar internasional.

Diageo Indonesia yang memiliki pabrik di Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan ini memproduksi minuman beralkohol dengan brand Smirnoff, Smirnoff Ice, Captain Morgan, dan Gilbeys dengan berbagai varian untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia.

Corporate Relations Director Diageo Indonesia Dendy A. Borman mengatakan untuk mewujudkan misi menjadi perusahaan barang konsumsi yang dipercaya dan dihormati pihaknya gencar mempromosikan sikap ‘responsible drinking’ (minum yang bertanggung jawab).

“Kami bekerja sama dengan pemerintah, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan lain untuk mengurangi isu penyalahgunaan minuman beralkohol dan berbagi informasi kepada masyarakat luas,” katanya.

Pelatihan ini untuk tahap awal menyasar karyawan Diageo Indonesia yang dipercaya memiliki tanggung jawab dan kekuatan untuk memberi pengaruh yang baik kepada warga di sekitarnya dengan mempraktikkan serta menyebarkan informasi tentang ‘perilaku mengemudi defensif’.

Kata dia Diageo memiliki jejak rekam yang panjang dalam upaya mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan minum minuman beralkohol berlebihan. Program edukasi Don't Drink and Drive juga melibatkan konsumen yang cukup umur (di atas 21 tahun) untuk tidak pernah berkendara setelah mengonsumsi minuman beralkohol.

Di tingkat global, Diageo terus menggelar kampanye ‘Join the Pact’ untuk mencegah masyarakat dari kebiasaan minum minuman beralkohol sambil mengemudi yang paktanya telah ditandatangani lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia.

Diageo juga meningkatkan peran para frontlines, para Bartender, untuk mempromosikan sikap ‘minum yang bertanggungjawab’ melalui program ‘Diageo Bar Academy’ yang telah diikuti oleh lebih dari 500 bartender di Indonesia tahun 2018 lalu.

Diageo yakin kecelakaan lalu lintas adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius dan penyebab utama kematian dan cedera di seluruh dunia setiap tahun. Ia menambahkan mengemudi saat berada di bawah pengaruh alkohol meningkatkan risiko terlibat dalam kecelakaan lalu lintas, tidak hanya dengan pengendara lain tetapi juga dengan pejalan kaki dan diri sendiri.

Pelatihan ini bekerja sama dengan lalintas.com, di antaranya tentang mengemudi defensif menekankan pada teknik-teknik yang benar saat mengemudi atau sebagai penumpang, serta menggarisbawahi pemahaman tentang aturan-aturan lalu lintas yang penting, serta kesadaran akan situasi di sekitar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tips mengemudi, minuman beralkohol

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top