Citi Indonesia Gelar Literasi Keuangan bagi Siswa SD

Citi Indonesia melalui program Citi Peduli dan Berkarya bersama Prestasi Junior Indonesia menggelar literasi dan inklusi keuangan bagi siswa sekolah dasar di lima kota.
Ema Sukarelawanto | 15 April 2019 17:40 WIB
Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki (kiri) memberikan bimbingan kepada siswa SDN 18 Pemecutan, Denpasar peserta kegiatan literasi keuangan digital dalam program Digital Financial Literacy for Children bekerja sama dengan Prestasi junior Indoensia, Senin (15/4 - 2019). Program yang digelar sejak 2017 itu menjangkau 8.655 siswa dari 31 sekolah dasar di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar.

Bisnis.com, DENPASAR—Citi Indonesia melalui program Citi Peduli dan Berkarya bersama Prestasi Junior Indonesia menggelar literasi dan inklusi keuangan bagi siswa sekolah dasar di lima kota.

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki mengatakan sepanjang 2018-2019 sebanyak 3.608 siswa sekolah dasar menjadi penerima manfaat program Digital Financial Literacy for Children.

“Citi Indonesia mendorong literasi dan inklusi keuangan untuk membangun komunitas yang memiliki kapasitas keuangan yang baik dan berkelanjutan,” katanya, Senin (15/4/2019).

Menurut Elvera pelatihan diberikan sejak dini kepada siswa kelas 3, 4, dan 5 SD di enam kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Denpasar melalui berbagai modul literasi keuangan digital.

Seperti yang dilakukan di SDN 18 Pemecutan, Denpasar, para siswa dipinjami tablet berisi simulasi yang menggabungkan permainan dan pendidikan keuangan agar bisa membuat keputusan finansial yang cermat dan mengelola uang dengan bijak sejak dini.

Menurut dia, Citi menyisihkan dana US$1,06 juta untuk program Citi Peduli dan Berkarya (Citi Peka) 2018-2019 yang di antaranya untuk kegiatan kewirausahaan muda, literasi keuangan, kegiatan bersama Prestasi Junior Indonesia, Unesco, dan Mercy Corps Indonesia

Dia menjelaskan untuk mencapai kesejahteraan finansial, setiap individu perlu memiliki pemahaman yang memadai tentang keuangan. Pemahaman ini ingin ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.

Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia Roberet Gardiner mengatakan usia anak-anak merupakan momen tumbuh kembang yang tepat untuk mendapatkan pengetahuan nilai-nilai dasar finansial.

Dalam program ini, lanjutnya, anak-anak belajar bahwa orangtua mereka perlu bekerja atau berwirausaha untuk memperoleh pendapatan.

Oleh karenanya mereka perlu cermat mengelola uang saku dengan cara menabung sebagian dan membelanjakan untuk hal yang dibutuhkan.

Kata dia sejak 2017, Program Digital Financial Literacy for Children telah menjangkau 8.655 siswa dari 31 sekolah dasar di lima kota tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
citilink indonesia, literasi keuangan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top