Karangasem Gulirkan Program Penguatan Potensi Desa

Pemkab Karangasem getol melakukan penguatan program pengembangan potensi sumber daya unggulan daerah berbasis wilayah.
Ema Sukarelawanto | 21 Maret 2019 16:33 WIB
Warga bersembahyang dengan latar belakang Gunung Agung yang mengeluarkan abu vulkanik di Desa Tulamben, Karangasem, Bali, Jumat (22/2/2019). Gunung Agung yang berstatus Level III atau Siaga tersebut kembali erupsi sebanyak dua kali dengan ketinggian abu vulkanik 300-700 meter di atas puncak gunung. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, DENPASAR – Pemkab Karangasem getol melakukan penguatan program pengembangan potensi sumber daya unggulan daerah berbasis wilayah.

Anggota tim ahli Bupati Karangasem Ida Bagus Agung Gunarthawa mengatakan setiap tahun konsentrasi menggarap 9 desa dari 78 desa yang ada untuk didorong melakukan inisiasi pengembangan potensi daerahnya masing-masing.

“Pemkab memberikan dukungan dan fasilitas terhadap seluruh potensi desa yang diangkat,” katanya, Kamis (21/3/2019).

Gunarthawa mengatakan 15 organisasi perangkat daerah secara teknis memberikan dukungan untuk pengembangan potensi desa tersebut.

Misalnya, dinas pekerjaan umum membangun jalan, dinas pariwisata memberikan pelatihan manajemen, dinas pertanian memperkuat konten, dll.

Menurutnya cara ini untuk menyiasati keterbatasan waktu dan dana yang diharapkan pada tahun keempat mampu mendorong desa yang belum tergarap untuk berkreasi sendiri.

“Ya, setelah tiga tahun desa yang lain bisa melakukan komparasi dan melakukan kreasi berdasarkan pengamatan di desa tetangga,” katanya.

Ia menyebut pemberdayaan potensi desa melalui program ini sangat efektif dan berhasil menggerakkan potensi desa yang selama ini belum tergarap optimal.

Kata dia pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif sangat menonjol dalam program penguatan yang menggerakkan seluruh elemen masyarakat.

Ia mencontohkan penguatan potensi desa tersebut bisa menjadi ‘museum hidup’ yang mengeksplorasi kekayaan terpendam di berbagai rumah warga, misalnya melalui sejumlah upacara keagamaan yang terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Program ini juga sejalan dengan konsep destination branding Karangasem ‘The Spirit of Bali’ yang mengomunikasikan kabupaten ini sebagai sumber daya Bali yang original dan otentik.

“Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai original tentang Bali masih bisa dilihat, dirasakan, dan ditemukan di Karangasem yang bakal dikelola, dirawat, dan dikembangkan menjadi destinasi yang menarik,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
karangasem

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top