Gunung Agung Erupsi, 3 Daerah di Karangasem Terpapar Hujan Abu

Gunung Agung kembali mengalami erupsi pada Kamis (14/2/2019) pukul 04.34 WITA dengan tiga daerah terpantau sementara terkena hujan abu tipis. 
Ni Putu Eka Wiratmini | 14 Februari 2019 11:38 WIB
Gunung Agung di Bali erupsi pada Selasa (3/7). - Dok. PVMBG

Bisnis.com, DENPASAR -- Gunung Agung kembali mengalami erupsi pada Kamis (14/2/2019) pukul 04.34 WITA dengan tiga daerah terpantau sementara terkena hujan abu tipis. 

Adapun wilayah yang terpapar hujan abu yakni Desa Bug-Bug pada pukul 08.08 WITA dengan terpapar hujan abu tipis, Kawasan Tugu pahlawan Karangasem pukul 08.11 WITA terpapar hujan abu tipis, dan Desa Butus pukul 08.33 WITA terpapar hujan abu tipis. 

Sementara, Desa Abang, Desa Selat, Desa Sidemen, dan Desa Rendang terpantau nihil hujan abu. Desa lainnya yang berada di Kecamatan Kubu dan Kecamatan Manggis masih dalam tahap Koordinasi mengenai dampak aktivitas Gunung Agung tersebut. 

Adapun berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan durasi kurang lebih 3 menit 40 detik.

Melalui CCTV Bukit Asah, teramati sinar api. 

Kapala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem IB Ketut Arimbawa mengatakan angin dengan sebaran abu tersebut mengarah ke tenggara. Hujan abu sendiri sudah cukup sering terjadi sejak Januari 2019 lantaran Gunung Agung yang masih bersatus siaga. 

Sementara, kondisi cuaca di Karangasem memang hampir setiap hari terjadi hujan dengan intensitas cukup lebat. 

"Mulai ada aktivitas [Gunung Agung], dan hujan abu dari bulan januari, cuma terjadi berselang waktu, Gunung agung saat ini masih aktif dan dinamis artinya setiap waktu bisa terjadi erupsi," katanya kepada Bisnis, Kamis (14/2/2019).

Saat ini Gunung Agung berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat di sekitar Gunung Agung diminta agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung. 

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi. Terlebih saat terjadi musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. 

Tag : gunung agung
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top