Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbaiki Suplai Avtur di Bali & Nusra, Pertamina Hemat Rp106 Miliar/Tahun

PT Pertamina meningkatkan keandalan pasokan avtur untuk kebutuhan bandara di Bali dan Nusa Tenggara melalui optimasi pola suplai yang diperkirakan mampu menghemat Rp106 miliar per tahun.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 25 Januari 2019  |  19:22 WIB
Ilustrasi - JIBI/Nurul Hidayat
Ilustrasi - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, AMLAPURA—PT Pertamina meningkatkan keandalan pasokan avtur untuk kebutuhan bandara di Bali dan Nusa Tenggara melalui optimasi pola suplai yang diperkirakan mampu menghemat Rp106 miliar per tahun. 

Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur (LSCI) Pertamina Gandhi Sriwidodo  mentgatakan optimasi dilakukan dengan mengalihkan pola suplai, yang sebelumnya melalui fasilitas ‘floating storage & offloading’ (FSO) di wilayah perairan Kalbut, Situbondo, kini melalui ‘supply point’ darat di Terminal BBM Manggis, Karangasem. 

“Selain menjaga keandalan pasokan Avtur, perubahan pola suplai ini juga memberikan dampak potensi efisiensi sekitar US$7,3 juta atau setara dengan Rp 106 miliar per tahun,” katanya, dalam keerangan resmi seusasi pendaratan FSO Avtur ke Terminal BBM Manggis, Jumat (25/1/2019). 

Menurut Gandhi Pertamina juga telah meningkatkan kapasitas penyimpanan avtur di Terminal BBM Manggis dari 20.000 kilo liter (KL) menjadi 30.000 KL, dan di pertengahan Februari 2019 akan ditingkatkan lagi menjadi 40.000 KL. 

Dengan mengurangi penggunaan sebuah kapal FSO type MR yang sandar di perairan Kalbut, Situbondo, efisiensi juga diperoleh dari pengurangan penggunaan 2 kapal kecil sebagai dampak pengurangan waktu tempuh ke Dermaga Benoa.

Ia menjelaskan pola suplai avtur di Bandara Ngurah Rai sebelumnya menggunakan kapal bertipe ‘medium range’ (MR) dari Refinery Unit (RU) IV Cilacap. Avtur selanjutnya diisikan ke FSO kapal tipe MR yang diapungkan di perairan Kalbut, Situbondo.

Kemudian secara reguler, avtur diangkut menggunakan 3 kapal tipe kecil berukuran maksimal 8.000 deadweight tonnage (DWT) ke Dermaga Benoa untuk dibongkar dan dipompakan ke Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai. 

Dia mengatakan setelah dilakukan optimasi, suplai avtur dari RU IV Cilacap diangkut langsung ke Terminal BBM Manggis untuk disimpan dalam tangki darat, untuk kemudian dikirimkan ke Dermaga Benoa menggunakan kapal berukuran kecil.

Dari Dermaga Benoa, avtur dipompakan ke DPPU Ngurah Rai menggunakan pipa.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk perubahan pola suplai ini antara lain dengan menyiapkan sarana jalur produk avtur di sarana tambat kapal Terminal BBM Manggis.

Upaya lainnya adalah meningkatkan ‘flowrate discharge’ avtur dari semula 180 KL/hr menjadi 400 KL/hr, dengan sistem ‘double manifold’ serta dengan pipanisasi berdiameter lebih besar dari Dermaga Benoa sampai DPPU Ngurah Rai, sepanjang 8 kilo meter, yang telah diselesaikan pada Juli 2018. 

Bandara Ngurah Rai di Bali merupakan salah satu bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, dengan kebutuhan avtur rata-rata sebesar 2.500 kilo liter/hari. 

Ia berharap perubahan pola suplai avtur ini lebih menjamin kemanan pasokan (‘security of supply’) di Bandara Ngurah Rai, dengan memperpendek perjalanan pengiriman dari 3,5 hari menjadi 2,5 hari, karena semakin dekatnya ‘supply point’ avtur. 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali avtur
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top