Anggaran Kebencanaan Bali Naik 23% Akibat Aktivitas Gunung Agung

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali menganggarkan Rp13,681 miliar untuk mengantisipasi kebencanaan yang terjadi di Pulau Dewata selama 2019.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 24 Januari 2019  |  15:06 WIB
Anggaran Kebencanaan Bali Naik 23% Akibat Aktivitas Gunung Agung
Gunung Agung di Bali meletus, terlihat dari Desa Bugbug di Karangasem pada Selasa (3/7/2018). - Reuters

Bisnis.com, DENPASAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali menganggarkan Rp13,681 miliar untuk mengantisipasi kebencanaan yang terjadi di Pulau Dewata selama 2019.

Kepala Seksi Peringatan Dini, Data, dan Pelayanan Informasi Kebancanaan UPT. Pusdalops BPBD Bali Gede Adhi Tiana Putra mengatakan besaran anggaran ini mengalami kenaikan 23% dibanding tahun lalu lantaran memperhitungkan aktivitas Gunung Agung.

Adapun saat ini Bali masih dihadapi dengan aktivitas Gunung Agung dan kejadian abrasi akibat air pasang serta pohon tumbang akibat cuaca buruk.

Menurutnya, jika Bali memiliki Peraturan Daerah (Perda) Kebencanaan, maka jumlah anggaran untuk kebencanaan bisa lebih besar lagi. Sementara, jika nantinya anggaran tersebut tidak mampu menutupi, maka akan dilakukan sinergi dari pelaku usaha maupun masyarakat.

Apalagi, jumlah kebencanaan di Bali semakin banyak. Tercatat selama 2018, ada sebanyak 902 kegempaan, 411 kebakaran, 151 banjir, 247 longsor, 536 pohon tumbang, dan kejadian kebencanaan yang lainnya.

“Lebih besar dari tahun lalu [anggaran kebencanaan], hanya saja dari jumlah kebencanaan relatif tambah tinggi trendnya,” katanya kepada Bisnis, Kamis (24/1/2019).

BPBD Bali juga baru-baru ini merilis peta kebencanaan di wilayah Pulau Dewata. Daerah yang rawan angin kencang berada di bagian selatan Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Karangasem dan Kota Denpasar. Rawan banjir ada di bagian utara Buleleng, bagian selatan Jembrana, Badung, dan Kota Denpasar

Rawan gempa berada di sepanjang pesisir utara dan timur Pulau Bali. Rawan kekeringan berada di Pulau Nusa Penida. Rawan longsor tinggi berada di Bali bagian tengah namun tingkat kerawanan tidak tinggi .

Terakhir, rawanTsunami berada di Pesisir selatan dan utara Pulau Bali yakni Jembrana, Badung dan Kota Denpasar.

Sementara, aktivitas Gunung Agung yang semakin meningkat akhir-akhir ini diyakini belum terlalu berpengaruh pada aktivitas masyarakat. BPBD Bali memastikan walaupun terjadi hujan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Agung di beberapa desa, belum berdampak signifikan pada aktivitas warga.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Bali Dewa Putu Mantera mengatakan walaupun belum ada dampak siginifikan, pihaknya telah melakukan antisipasi jika nantinya aktivitas Gunung Agung semakin meningkat. Semua persiapan mitigasi dipastikan telah siap, termausk juga pos-pos pengungsian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung agung

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top