PKBI Bali Sebar Tim Peneliti Edukasi Kesehatan Reproduksi

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia atau PKBI Bali menyebar tim peneliti ke sejumlah kabupaten kota untuk memberikan edukasi tentang permasalah kesehatan reproduksi yang terjadi beberapa tahun terakhir.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 15 Desember 2018  |  01:22 WIB
PKBI Bali Sebar Tim Peneliti Edukasi Kesehatan Reproduksi
Presiden Joko Widodo bersama keluarga, Sabtu (8/12). JIBI/BISNIS - Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, DENPASAR--Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia atau PKBI Bali menyebar tim peneliti ke sejumlah kabupaten kota untuk memberikan edukasi tentang permasalah kesehatan reproduksi yang terjadi beberapa tahun terakhir.

Ketua PKBI Pusat Ichsan Malik mengatakan dengan menerjunkan peneliti yang bekerjasama dengan Universitas ternama di Indonesia dan pemerintah, diharapkan masyarakat mendapat hak untuk sehat, khususnya bagi para kaum hawa dan anak remaja.

"Dengan peran peneliti dari PKBI dan sejumlah elemen yang bergabung dengan kami, bisa memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan membentuk keluarga bertanggung jawab dan bertoleransi," ujar Ichsan dalam acara Musda X PKBI Bali, Jumat (14/12/2018).

Dia menegaskan, tantangan PKBI Bali sepuluh tahun ke depan akan semakin kompleks seperti kelahiran anak tinggi dan kematian ibu tinggi maupun usia kawin muda. Sehingga, pihaknya meminta semua pihak juga ikut nyatukan tekad dan bekerja sama dalam menghadapi tantangan ini ke depannya.

Ichsan mendorong PKBI Bali terus mengembangkan tim peneliti untuk melakukan berbagai penelitian tentang kesehatan reproduksi dan implementasi dampak tersebut, sehingga hasil penelitian dapat disumbangsihkan kepada pemerintah dan masyarakat Bali. Ketua Pengurus Daerah PKBI Daerah Bali Dyah Pradnyaparamita Duarsa mengatakan, permasalah kesehatan reproduksi sangat komplek, bukan saja sisi kesehatan saja namun berkembang ke demensi sosial. 

"Dalam kekinian, kesehatan reproduksi telah berkembang menjadi satu hak yang diakui dunia internasional dengan sebutan hak kesehatan seksual dan reproduksi. Oleh karena itu, dari empat tahun terakhir, kami telah mengembangkan penelitian-penelitian untuk mendapatkan gambaran situasi riil di tengah masyarakat," ujarnya.

Ke depan, PKBI Bali juga mendirikan pusat kajian yang nantinya mengembangkan program berbasis terkait kesehatan reproduksi yang dilakukan secara berjejaring. Seluruh kabupaten di Bali menjadi fokus untuk kesehatan reproduksi ini.

Dia menambahkan konseling tentang kesehatan ibu dan anak (KIA) menjadi perhatian utama PKBI Bali dan perlu juga adanya kesetaraan ibu yang juga berhak menentukan kesehatan reproduksinya. 

"Artinya ibu juga berhak untuk menentukan jumlah anak yang diinginkan dan pria juga harus menghormatinya," kata dia.

Direktur Eksekutif Daerah PKBI Bali I Komang Sutrisna mengatakan, saat ini PKBI Bali memiliki peneliti muda dengan melakukan penelitian kecil dibeberapa kabupaten di Pulau Dewata. Dari hasil penelitian ditemukan lima dari sepuluh pelajar yang memiliki pacar sudah pernah melakukan hubungan seksual.

"Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena dari penelitian kecil ini sudah terlihat ada ketimpangan prilaku generasi muda kita saat ini," katanya.

Oleh karena itu, PKBI Bali akan terus mengembangkan tim peneliti yang bekerjasama dengan sejumlah universitas ternama guna terus menggali data prilaku kelam dunia remaja. Mitha Duarsa mengatakan program-program kegiatan PKBI Bali selama kurun waktu 58 tahun ini, telah menghasilkan berbagai data-data primer dan sisi kelam dunia remaja. Selama ini, masih belum diteliti dengan maksimal, karena isu kespro dalam periode itu sangat sensitive. 

"Dengan banyaknya fenomena dan berbagai permasalahan, isu ini mulai menjadi perhatian kita bersama. Penelitian inilah yang akan menjawab serta solusinya seperti apa. Inilah sumbangsih yang kita berikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat Bali,” tambahnya. 

Mitha mengungkapkan PKBI saat ini melakukan penelitian bersama peneliti-peneliti muda didua kabupaten yang memiliki kompleksitas permasalahan remajanya. Satu penelitian lagi behubungan dengan upaya-upaya PKBI bersama Iembaga lain, untuk mengetahui efektivitas pemberian materi Kespro ini ke sekolah-sekolah yang ada di Denpasar.

Salah satu hasil penelitian Kisara pada Tahun 2014 Ialu di tiga kabupaten di Bali yakni 5 dari 10 (48%) remaja pernah mendengar ada teman sebayanya sudah melakukan hubungan seksual aktif dan 2 dari 10 (19%) pernah melakukan aktivitas seksual heteroseksual. 

"ltu memberikan gambaran, bahwa ada problematika yang harus disikapi dan dijabarkan dengan berbagai upaya," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
keluarga berencana

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top