Gempa Lombok: Asrama Hancur, YPA Ingin Bangun Asrama Tahan Gempa

Gempa  7 SR belum lama ini menghancurkan banyak bangunan termasuk asrama Yayasan Peduli Anak yang menampung anak yatim piatu, anak jalanan, dan telantar di Lombok Barat.
Ema Sukarelawanto | 16 Agustus 2018 12:30 WIB
Pendiri Yayasan Peduli Anak Chaim Fetter

Bisnis.com, DENPASAR—Gempa  7 SR belum lama ini menghancurkan banyak bangunan termasuk asrama Yayasan Peduli Anak yang menampung anak yatim piatu, anak jalanan, dan telantar di Lombok Barat.

Chaim Fetter,  warga Belanda yang mendirikan Yayasan Peduli Anak (YPA) pada 2006 segera membuat video setelah bencana tersebut dan mengunggah ke media sosial untuk mengetuk hati para dermawan agar ikut membantu para korban dan berdonasi untuk perbaikan bangunan.

Setelah diunggah di akun @pedulianak media internasional seperti BBC, CNN, ABC, dan yang lain langsung merespons untuk wawancara dan menanyakan langsung situasi yayasan. 

“Kami membangun YPA sedikit demi sedikit, satu per satu gedung kami bangun dari dana sumbangan para donatur. Usaha kami selama lebih dari 10 tahun mitu kini hancur dalam hitungan detik,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (16/8/2018).

Chaim menjelaskan YPA adalah rumah ratusan anak yatim piatu, anak jalanan dan terlantar yang ia gagas bersama sejumlah sahabatnya di Lombok.

YPA memiliki empat rumah asrama untuk anak-anak sekolah dasar, sekolah keterampilan, musala, kantor dan fasilitas penunjang lainnya.

Gempa beruntun dalam dua pekan terakhir menyebabkan semua rumah asrama mengalami kerusakan parah dan ambruk sehingga tidak bisa ditempati lagi. 

Chaim bersyukur anak-anak dan karyawan selamat dari gempa dan tidak ada yang terluka karena sewaktu gempa besar terjadi, mereka sedang berada di musala yang semi terbuka. 

“Sungguh bencana alam ini membuat anak-anak sangat ketakutan dan trauma. Kini mereka tinggal di penampungan sementara,” ujarnya.

Nurdiana, Ketua Yayasan Peduli Anak mengatakan kendati masih dalam suasana serbadarurat pihak yayasan berupaya merencanakan untuk membangun kembali tampat yang lebih representatif agar anak-anak tetap bisa belajar dan mengasah keterampilan untuk bekal mandiri kelak.

“Kami berencana untuk membangun 10 rumah sederhana tahan gempa dan membangun infrastruktur pendukung seperti musala dan dapur umum,” katanya.

Selain itu, lanjut Nurdiana, bangunan kantor dan gedung Sekolah Dasar Peduli Anak juga segera dilakukan perbaikan. 

“Kami berharap gempa susulan segera mereda dan kami berharap dana bantuan yang terkumpul bisa kami gunakan untuk membangun kembali tempat ini,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa lombok

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top