Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PDAM Badung Pindahkan Interkoneksi Pipa Terkena Proyek Underpass

PDAM Tirta Mangutama, Badung segera melakukan pemindahan utilitas atau interkoneksi pipa pada proyek Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai akan segera dikerjakan.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 20 Maret 2018  |  07:29 WIB
PDAM Badung Pindahkan Interkoneksi Pipa Terkena Proyek Underpass
Ilustrasi. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, MANGUPURA— PDAM Tirta Mangutama, Badung segera melakukan pemindahan utilitas atau interkoneksi pipa pada proyek Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai akan segera dikerjakan.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mangutama Ketut Golak mengatakan sedang melakukan koordinasi dengan pihak kontraktor pelaksana proyek underpass yang ditargetkan rampung sebelum Pertamuan Tahunan IMF-World Bank, Oktober 2018.

“Saat ini sedang dilakukan koordinasi dengan pihak pelaksana. Supaya pelayanan air bersih ke pelanggan tidak terganggu. Walaupun ada gangguan, kami harap bisa diminimalisasi,” kata dihubungi, Senin (19/3/2018).

Menurut Golak rencana interkoneksi pipa akan dimulai Selasa (20/3) dengan mendahuklukan pipa berukuran 600 mm. Kemudian dilanjutkan dengan interkoneksi pipa berukuran 500 mm, pipa berukuran 400 mm dan 200 mm.

Kata dia jadwal interkoneksi diperkirakan akan selesai pada Senin (26/3) mendatang. Pengerjaan akan dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu pelayanan air bersih saat pagi harinya.

Untuk itu, pihaknya menyampaikan, selama pengerjaan interkoneski ini, tentunya akan terjadi sedikit gangguan pasokan air bersih terutama di Kuta Selatan.

Dia menjelaskan daerah yang akan mengalami gangguan pelayanan yaitu kawasan Nusa Dua, Jimbaran, Siligita, Kampial, Tanjung Benoa, jalan Uluwatu, Simpangan, Ungasan, Kutuh, Pecatu, Masuka, Balangan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Nyoman Yasmara pekan lalu mengatakan proyek senilai Rp168,3 miliar ini ditargetkan rampung Agustus dan mulai beroperasi penuh pada September 2018.

Beberapa tantangan dalam pengerjaan proyek ini, lanjut Yasmara, adalah terkait jaringan listrik PLN, pipa air PDAM, dan instalasi avtur Bandara Ngurah Rai. “Kami sangat berhati-hati dalam pengerjaan proyek, termasuk penggalian di sekitar jaringan tersebut,” katanya.

Proyek underpass merupakan salah satu proyek yang direncanakan pemerintah untuk menyambut Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank yang akan digelar 8-14 Oktober di Nusa Dua.

Pertemuan ini bakal dihadiri sekitar 15.000 orang, termasuk sekitar 3.500 delegasi dari 189 negara anggota, 1.000 media, dan lebih dari 5.000 peserta yang mewakili sektor swasta, komunitas perbankan, institusi akademis, organisasi masyarakat sipil, dan juga pengamat dan anggota parlemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dwgl
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top