Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banjar Anyar Desa Sukasada Buleleng Rintis Listrik Kincir Air

Warga Buleleng, Bali, yakni Gede Pasek, membuat listrik bertenaga air secara mandiri dengan memanfaatkan potensi air di Banjar Anyar, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 19 Maret 2018  |  10:32 WIB
Banjar Anyar Desa Sukasada Buleleng Rintis Listrik Kincir Air
Ilustrasi air yang bisa dijadikan sumber energi.
Bagikan

Bisnis.com, SINGARAJA—Warga Buleleng, Bali, yakni Gede Pasek, membuat listrik bertenaga air secara mandiri dengan memanfaatkan potensi air di Banjar Anyar, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

"Potensi air di desa saya sangat besar, meskipun saat kemarau tiba, karena itu membuat listrik dari kincir air yang digerakkan oleh dinamo bekas," kata pembuat kincir air penghasil listrik, Gede Pasek, di Singaraja, Buleleng, Senin (19/3/2018).

Ia menjelaskan dirinya bisa membuat listrik bertenaga air itu dari bekal pengalaman bersama kelompok di daerah Kedu yang melakukan pengadaan listrik tenaga air, sehingga dirinya memikirkan listrik dari kincir air sendiri.

Selain itu, selama bertahun-tahun lamanya, pihaknya tidak pernah menikmati aliran listrik dari PLN. Dari situlah, dirinya kemudian mencoba untuk mewujudkan mimpi tersebut pada tahun 2000 dengan membuat kincir air.

Bapak tiga anak itu juga tidak perlu mengeluarkan biaya banyak saat membuat listrik tenaga kincir air, karena dirinya membeli beberapa peralatan bekas yang dirakit sendiri tanpa bantuan siapapun.

Dari sesuatu yang dibuatnya itu, tegangan listrik yang mengalir ke rumahnya mencapai 3.000 Watt. Besaran tegangan listrik itu bersumber dari putaran dinamo bekas yang terpasang pada kincir di sungai sebelah barat rumahnya.

"Dinamo bekas itu saya beli seharga Rp500 ribu dan hampir dua tahun sekali baru mengalami kerusakan," ujar Pasek.

Bahkan, Pasek mengaku tidak ada kendala berarti saat penggunaan listrik buatannya sendiri. Listrik yang menggunakan tenaga air untuk memutar kincir tersebut jarang mati, kecuali putus pada bola lampu ketika aliran air tersendat.

"Saya pakai untuk dua rumah. Kalau ada sampah, arus listrik akan bermasalah pada tegangannya. Harus dibersihkan dulu, sampah yang menghambat masuknya air ke pipa berdiameter setengah dim. Sekarang sudah ada warga yang membersihkan, karena lokasi rumahnya lebih dekat ke kincir air daripada rumah saya," katanya.

Sementara itu, salah satu warga yang menggunakan listrik dari kincir air buatan Gede Pasek, Ketut Mangku, menyatakan lampu dapat terus menyala, juga tidak pernah mengalami gangguan apapun pada alat elektronik yang menggunakan tenaga listrik buatan Pasek.

"Hanya saja, kami harus sering membersihkan pipa saluran air yang ditutupi sampah, saat lampu rumah mulai redup akibat tegangan listrik berkurang," katanya.

Menurut dia, air masuk memang ke dalam pipa kecil lalu dialirkan ke kincir, karena itu jika di ujung pipa ada sampah, maka akan otomatis aliran air yang masuk ke pipa berkurang, sehingga perlu dibersihkan.

"Air dalam pipa itu yang menggerakan kincir serta memutar dinamo lalu menghasilkan listrik. Makanya, saya kadang tidak pernah membayar listrik. Hanya menumpang milik Pak Gede Pasek sambil membersihkan sampah yang menyumbat pipa," kata Mangku.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dwgl

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top