Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saat Nyepi Okupansi Hotel di Bali Capai 70%

Tingkat isian kamar hotel di Bali pada saat Nyepi rata-rata mencapai 70%.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 18 Maret 2018  |  18:41 WIB
Saat Nyepi Okupansi Hotel di Bali Capai 70%
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR—Tingkat isian kamar hotel di Bali pada saat Nyepi rata-rata mencapai 70%.

Ketua PHRI Kabupaten Badung IGN Rai Suryawijaya mengatakan dari 1.300-an hotel di Bali sekitar 75,2% berada di wilayah Kabupaten badung.

Dia menyebut okupansi hotel di sejumlah wilayah 50%-80% dan jika dirata-ratakan sekitar 70%.

“Dari okupansi tersebut, wisatawan mancanegara masih mendominasi sekitar70% dan sisanya wisatawan domestik,” katanya, Minggu (18/3/2018).

Hal senada dikatakan Ketua PHRI Kota Denpasar Ida Bagus Gede Sidarta Putra. Ia menyebut okupansi hotel di Sanur dan nDenpasar berkisar 65%-70%.

Dia menjelaskan paket Nyepi yang ditawarkan sejumlah hotel sedikit membantu pengisian kamar di Kota Denpasar.

“Selain domestik, di Sanur banyak wisatawan dari Australia dan Eropa yang sengaja untuk menikmati Nyepi,” katanya.

Nyepi kali ini bertepatan dengan hari Sabtu, 17 Maret 2018. Selama 24 jam mulai Sabtu pukul 06.00 hingga Minggu pukul 06.00 wita suasana di seluruh wilayah Pulau Bali sepi. Pusat-pusat perekonomian, sekolah, dan perkantoran tutup. Warga hanya berdiam di rumah atau sebatas pekarangan.

Sehari semalam umat Hindu melaksanakan ‘catur brata penyepian’ yakni amati karya (tidak bekerja maupun melakukan aktivitas lainnya), amati geni (tidak menyalakan api), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-seang).

Begitu juga penyelenggara jasa akomodasi perhotelan menyesuaikan diri dengan tidak mengidupkan lampu pada malam hari. Seluruh aktivitas hanya dilakukan dalam hotel dan tidak boleh keluar kawasan hotel.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dwgl
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top