Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Kupang Alokasikan Rp600 Juta Antisipasi Gizi Buruk

Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalokasikan Rp600 juta untuk pengadaan makanan tambahan guna mengatasi gizi buruk di daerah itu pada 2018.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 18 Maret 2018  |  12:26 WIB
Pemkot Kupang Alokasikan Rp600 Juta Antisipasi Gizi Buruk
Pencegahan gizi buruk dilakukan sejak kehamilan.
Bagikan

Bisnis.com, KUPANG—Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalokasikan Rp600 juta untuk pengadaan makanan tambahan guna mengatasi gizi buruk di daerah itu pada 2018.

"Pemerintah Kota Kupang sangat serius menangani kasus gizi buruk yang masih terjadi di Kota Kupang dengan mengalokasikan anggaran dalam APBD setiap tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Ari Wijana kepada Antara ketika dihubungi di Kupang, Minggu (18/3/2018).

Ia mengatakan, para penderita gizi buruk di daerah itu berasal dari keluarga tidak mampu pada umumnya merupakan warga pendatang dari luar Kota Kupang.

"Orang tua para penderita itu selama bekerja serabutan di Kota Kupang, sebagian besar dari wilayah daratan Pulau Timor," kata Ari.

Pemerintah Kota Kupang tetap melakukan penanganan terhadap para penderita gizi buruk dari luar Kupang dengan memberikan makanan tambahan serta vitamin penambah berat badan.

Ia mengatakan, dana Rp600 juta yang dialokasikan dari APBD II Kota Kupang Tahun Anggaran 2018 itu untuk pengadaan makanan tambahan seperti biskuit, susu, serta vitamin.

Ia mengatakan, proses pengadaan berbagai kebutuhan pengadaan makanan tambahan itu sedang proses tender sehingga akan segera didistribusikan kepada setiap posyandu dan layanan kesehatan lain di Kota Kupang.

"Pemberian susu tdak hanya untuk penderita gizi buruk tetapi juga untuk ibu-ibu hamil dengan berat badan yang rendah," ujarnya.

Dikatakannya, pemeriksaan kesehatan terhadap anak balita dan ibu hamil setiap bulan dilakukan di 392 posyandu berbasis masyarakat di Kota Kupang, guna mendeteksi dini penderita gizi buruk.

"Para penderita gizi buruk selama ini diketahui ketika mereka melakukan pemeriksaan ke Posyandu. Petugas kesehatan juga mendatangi rumah-rumah penduduk untuk mencari penderita gizi buruk sehingga cepat dilakukan penanganan medis," tegas Ari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dwgl

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top