Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aktivitas Masyarakat Hindu Bali Normal Selepas Nyepi

Aktivitas masyarakat Hindu di Bali mulai tampak kembali berangsur normal seperti biasa, Minggu, setelah ritual catur Brata Penyepian Hari Raya Nyepi usai dilaksanakan selama 24 jam sedari Sabtu (17/3) pukul 06.00 Wita.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 18 Maret 2018  |  11:02 WIB
Aktivitas Masyarakat Hindu Bali Normal Selepas Nyepi
Wisatawan berenang di kolam renang sebuah hotel saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1940 di kawasan Tuban, Badung, Bali, Sabtu (17/3). Saat Hari Raya Nyepi, wisatawan diizinkan melakukan berbagai kegiatan baik yang dikemas pengelola hotel maupun tidak dengan tetap menjaga ketenangan karena mereka tidak diperbolehkan bepergian keluar hotel untuk menghormati umat Hindu yang menjalani catur brata penyepian. - Antara/Fikri Yusuf
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG—Aktivitas masyarakat Hindu di Bali mulai tampak kembali berangsur normal seperti biasa, Minggu, setelah ritual catur Brata Penyepian Hari Raya Nyepi usai dilaksanakan selama 24 jam sedari Sabtu (17/3) pukul 06.00 Wita.

Pewarta Antara di wilayah Desa Adat Tuban, melaporkan aktivitas warga Pulau Dewata itu pulih kembali setelah pukul 06.00 Wita, sehingga jalanan yang pada saat Hari Raya Nyepi tampak lengang, kini mulai tampak dilewati oleh sejumlah pengendara.

Tak hanya umat Hindu, warga beragama lain yang selama satu hari sebelumnya juga berada di dalam rumah, tampak telah mulai keluar rumah. Wisatawan dan tamu hotel yang seharian menikmati suasana Hari Raya Nyepi dari dalam hotel, juga mulai beraktivitas keluar hotel.

Meskipun aktivitas warga setelah Nyepi sudah mulai normal, tampak suasana hari raya masih terasa di wilayah Bali. Hal tersebut karena pada hari ini umat Hindu di Bali memasuki "Ngembak Geni" atau yang berarti bebas menyalakan api.

Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra menjelaskan, meskipun saat Ngembak Geni masyarakat dapat beraktivitas seperti hari biasa, namun kebanyakan umat Hindu memanfaatkan hari itu untuk melakukan Dharma Santi Nyepi atau saling bersilaturahmi.

"Sama seperti umat Muslim yang bersilaturahmi saat Idul Fitri, kami setelah menjalani catur Brata penyepian atau pada saat Ngembak Geni juga bersilaturahmi dengan keluarga dan teman-teman," ujarnya.

I Wayan Mendra mengatakan, pada saat Ngembak Geni di wilayahnya juga digelar kegiatan "Pasar Mejelangu" yang diangkat dari tradisi "Med-Medan" atau yang berarti tarik tambang.

"Pasar Majelangu yang hari ini kami gelar di sepanjang Jalan Raya Tuban akan menampung ratusan warga kami yang membuka kios yang menjual berbagai barang Usaha Kecil Menengah berskala lokal hingga internasional," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dwgl

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top