Pemkab Badung Mengoptimalkan Program Daur Ulang Limbah Ikan

Bupati Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta berkomitmen mengoptimalkan program Blue Economy atau degan mendaur ulang limbah ikan agar bernilai ekonomi untuk masyarakat pesisir seperti kaum nelayan di daerah itu.
News Writer | 20 Mei 2017 12:48 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, BENOA – Bupati Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta berkomitmen mengoptimalkan program Blue Economy atau degan mendaur ulang limbah ikan agar bernilai ekonomi untuk masyarakat pesisir seperti kaum nelayan di daerah itu.

"Program ini kami evaluasi secara berkesinambungan dan kami dorong untuk dioptimalkan kembali sehingga lebih berkembang karena program kawasan blue economy ini sudah dilakukan sejak 2016," kata Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Tanjung Benoa, Jumat (19/5/2017).

Dalam pengembangan Blue Economy itu akan dilakukan kerja sama dengan pemangku kepentingan bidang pariwisata seperti Asita Badung dan BTB.

Program Ekonomi Biru berkaitan dengan bagaimana meningkatkan kawasan minapolitan menjadi basis bisnis untuk masyarakat pesisir, dimana pemerintah mendukung pembangunan infrastruktur seperti pembangunan dermaga yang representatif dan membuat pantai menjadi indah.

Selain itu, konsep tersebut mengajarkan bagaimana menciptakan produk nir-limbah (zero waste) dan diulah lebih baik, sehingga mencegah ancaman kerentanan pangan serta krisis energi (fossil fuel). "Nah di Tanjung Benoa memiliki potensi bahari yang sangat bagus, khususnya untuk program ini," katanya.

Ia menegaskan, potensi bahari di Badung akan semakin tumbuh dan berkembang apabila program blue economy ini didukung semua pihak dan masyarakat pesisir juga ikut bertanggung jawab untuk mendukung upaya ini.

Selain itu, masyarakat pesisir juga dapat terlibat dalam kegiatan kepariwisataan ini sehingga menjadi mata pencarian tambahan selain mencari ikan di laut. "Ini akan menumbuhkan perekonomian masyarakat pesisir, jika ikut terlibat dalam bidang pariwisata," katanya.

Sebelumnya, Pemkab Badung juga telah membantu menyediakan sarana dan prasarana untuk pengolahan limbah itu kepada masing-masing kelompok nelayan dan kelompok pemasar dengan nominal Rp60 juta per kelompok pengolah tersebut.

Sumber : Antara

Tag : dwgl, dwgl
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top