Menteri Jonan: Pengamanan Depot Pengisian Pesawat Perlu Diperketat

Oleh: Feri Kristianto 05 Oktober 2018 | 12:51 WIB
Menteri Jonan: Pengamanan Depot Pengisian Pesawat Perlu Diperketat
Menteri ESDM Ignatius Jonan (dua dari kiri) dan Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra (kanan) saat pemaparan kesiapan DPPU melayani avtur bagi pesawat delegasi AM IMF-WBG 2018.

Bisnis.com, MANGUPURA – PT Pertamina diminta meningkatkan pengamanan di depot pengisian pesawat udara yang digunakan sebagai pendukung pelaksanaan Annual Meeting IMF & World Bank Group (WBG) di Bali.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan pengamanan depot pengisian pesawat udara (DPPU) tidak hanya semata-mata mengandalkan aparat keamanan. Pelaksanaan AM IMF-WBG akan menyedot fokus panitia karena semua sibuk mengamankan delegasi.

"Harus upayakan petugas keamanan sendiri untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. DPPU Ngurah Rai, Blimbingsari, Lombok, dan Komodo harus ditingkatkan security-nya," tegasnya saat meninjau kesiapan avtur di DPPU Ngurah Rai, Kuta, Jumat (5/10/2018).

Jonan menekankan agar Pertamina tidak sampai kedodoran sehingga pengamanan harus lebih diperketat. Semua orang tidak dikenal harus di cek secara teliti, karena DPPU merupakan salah satu titik rawan.

"Jangan sampai pintu masuk menjadi paling lengah. Kalau safety saya pikir oke tetapi security-nya saja harus ditingkatkan," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra menjelaskan untuk tenaga pengamanan, pihaknya akan meningkatkan.

Dia mengatakan saat ini sudah mendapatkan bantuan dari aparat TNI untuk mengamankan DPPU yang berlokasi di samping Bandara I Gusti Ngurah Rai ini.

Basuki memaparkan untuk Pertamina memprediksi tiga lokasi DPPU penjualan avturnya meningkat. Ketiganya adalah Ngurah Rai, Blimbingsari dan Komodo. Peningkatan sebesar 30% dari frekuensi harian.

"Kami perkirakan kenaikan volume cukup tajam dan frekuensi penerbangan per hari.
Untuk avtur agak mudah karena data kapan dan pesawat dimana saja. Itu agak mudah," ungkapanya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya