Capai 32.000 Peserta, IMF-WBG Annual Meeting 2018 Terbesar di Luar AS

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini, Feri Kristianto 04 Oktober 2018 | 19:05 WIB
Capai 32.000 Peserta, IMF-WBG Annual Meeting 2018 Terbesar di Luar AS
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman selaku Ketua Panitia Nasional Luhut Binsar Panjaitan (tengah), memberikan paparan didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kiri), dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, saat diskusi menakar manfaat Annual Meetings of the International Monetary Fund and World Bank Group 2018 di Jakarta, Senin (17/9/2018)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, MANGUPURA--Event IMF & World Bank Group Annual Meeting 2018 di Bali akan tercatat sebagai perhelatan terbesar sepanjang pelaksanaan pertemuan tahunan ini karena jumlah delegasi yang akan hadir di Bali menembus 32.000 orang.

Ketua Pelaksana IMF & WBG AM 2018 Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan membeludaknya jumlah peserta itu membuktikan bahwa negara luar percaya dengan kemampuan Indonesia meskipun tengah di landa bencana.

Adapun untuk memperlancar arus lalu lintas, sekolah dan universitas di sekitar Nusa Dua akan diliburkan pada 8-12 Oktober, akan diterapkan ganjil-genap, dan membuka pintu tol untuk hari-hari tertentu.

"Peru hanya 12.000 orang. Jadi kalau menurut MTS [meeting tim secretariat], ini pertemuan di luar amerika yang terbesar sepanjang sejarah. Ini menunjukkan ke dunia bahwa ada peristiwa bencana, kita mampu memanage dan harus bangga," paparnya usai rapat koordinasi akhir di Nusa Dua, Kamis (4/10/2018).

Ketua Pelaksana Harian IMF-WBG AM 2018 Susiwijiono mengungkapkan Bali sudah sangat siap menggelar event yang dihadiri delegasi 189 negara. Dia mengatakan panitia sudah menyiapkan semua kebutuhan hingga arus lalu lintas agar dapat berjalan lancar.

"Tiga kebijakan terkait ganjil genap, libur sekolah sampai pembukaan gate tol merupakan bantuan dari gubernur dan bupati," jelasnya.

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menjelaskan keputusan meliburkan sekolah dilakukan karena banyaknya jumlah peserta yang hadir. Dengan pertimbangan venue ada di satu titik sehingga berpotensi menyebabkan kemacetan, maka pihaknya memutuskan meliburkan sekolah

"Awalnya hanya tanggal 12 saja tapi sekarang kan yang sudah terdaftar 32.000 Kenapa kami lakukan ini karena lokasinya satu arahnya semua ke Nusa Dua" paparnya.

Kapolda Bali Irjen (pol) Petrus Reinhard Golose mengatakan untuk pembukaan gerbang tol, pihaknya yang akan melakukan diskresi. Pembukaan itu akan ditempuh apabila terjadi kemacetan.

Ditegaskan olehnya, sudah coba beberapa kali simulasinl dengan penambahan jumlah kendaraan dan jumlah orang yang datang dan menyebabkan kemacetan.

Kebijakan itu akan ditempuh agar kenyamanan delegasi dan masyarakat menuju venue.

"Dalm keadan normal di jalan tol dalam jam tertentu ada stuck misal pagi atau sore, kemudian di luar tol juga gitu, sehingga dari keputusan yang ada kita harus lakukan untuk penguranagn sehingga bisa menjadi host yang baik," katanya.

Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen Benny Susianto menuturkan sebanyak 7.000 orang personil dari berbagai matra akan dikerahkan untuk mengamankan perhelatan ini. Personil yang khusus dibawah satgas ada 5.000 orang.

Selain itu, ada satu datasemen kavaleri berkekuatan 26 unit panser anoa dilibatkan. Dari unsur laut, 15 kapal perang disiagakan di perairan sekitar Bali.

Khusus kapal yang disiagakan, sebanyak 5 unit akan difungsikan untuk evakuasi. Selain itu, ada 20 unit helikopter akan disiagakan.

Dia menegaskan angkutan udara itu akan difungsikan untuk medis, kebencanaan hingga evakuasi. Mayjen Benny menuturkan pengamanan oleh TNI akan dilakukan secara "siluman" sehingga tidak berkesan berlebihan.

"Kami ada tetapi tidak nampak, pengamanan siluman bukan berarti mengurangi personil tetapi agar tidak terkesan seram," jelasnya

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya