Kurangi Pengangguran, Bali Optimalkan Bursa Kerja Online

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 26 September 2018 | 14:53 WIB
Kurangi Pengangguran, Bali Optimalkan Bursa Kerja Online
Ilustrasi: Karyawati perusahaan penyedia lowongan kerja memberi informasi kepada calon pencari kerja pada salah satu aktivitas bursa kerja di Denpasar, Bali./Antara-Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Bali Ni Luh Made Wiratmi akan mengoptimalkan bursa kerja online untuk mengurangi penggangguran di Pulau Dewata.

Situs bursa kerja online tersebut yakni www.bursakerja.baliprov.go.id dan telah di-launching berbarengan dengan Job Fair 2018 yang diadakan pada Rabu (25/9/2018) di Gor Lila Bhuana, Denpasar.

Situs tersebut sudah dapat digunakan namun belum optimal karena masih minimnya perusahaan dan lowongan kerja yang ditawarkan.

Wiratmi menargetkan situs akan mampu digunakan optimal pada awal 2019. Pihaknya mulai mendata perusahaan dan lowongan kerja yang dibuka.

Dia melanjutkan selama ini, jika mengadakan job fair, setidaknya diperlukan biaya Rp200 juta. Selain itu, job fair terpusat di Denpasar juga cukup menyulitkan para pencari kerja di masing-masing kabupaten untuk datang dan mengikuti acara bursa kerja tersebut.

"Job fair memerlukan biaya, apalagi anak-anak pencari kerja yang dari setiap kabupaten harus datang ke sini butuh biaya transportasi, jadi kami membuat inovasi membuat bursa kerja online. Kalau sudah efektif, kita tidak perlu job fair," ujarnya pada Rabu (25/9/2018) di Denpasar.

Dia pun meyakini bursa kerja online akan optimal berlaku untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja. Apalagi sistem ini akan meminimalkan adanya calo kerja yang mengambil keuntungan.

"Pasti berhasil, itu kan kami rencanakan jangka menengah, jangka pendeknya kita launching dulu, nanti jangka panjangnya kami akan mendata perusahaan, jadi sekarang tinggal klik," ucap Wiratmi.

Adapun jumlah pengangguran di Bali saat ini mencapai 22.345 orang atau 0,86% dari total angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, hampir 40% di antaranya masyarakat terdidik yakni lulusan SMA, SMK, hingga sarjana.

Tingkat pengangguran yang sebesar 0,86% diklaim lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional. Tingkat pengangguran ini pun lebih rendah dari target 2019 yang sebanyak 1%.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya