Jamkrindo Bali Nusra Realisasikan Penjaminan Kredit Rp3,4 Triliun

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 21 September 2018 | 13:46 WIB

Bisnis.com, DENPASAR – Realisasi volume penjaminan kredit Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) pada 2017 mampu mencapai target dengan nilai Rp3,4 triliun walaupun pada saat itu kredit di Bali terdampak aktivitas Gunung Agung.

Pemimpin Wilayah Kanwil VII Denpasar Sugiyono mengatakan pada 2017 lalu penjaminan untuk kredit KUR tercapai sebesar Rp1,8 triliun dan non KUR sebesar Rp1,6 triliun. Jika misalnya tidak terjadi aktivitas Gunung Agung maka realisasi penjaminan bisa lebih tinggi lagi. Hanya saja, aktivitas Gunung Agung membuat penyaluran kredit menjadi terhambat dan justru mengalami relaksasi.

"Sejak aktivitas Gunung Agung pada akhir 2017, memberikan dampak signifikan pada bisnis kami, semuanya terdampak, apalagi Bali yang konsentrasi bisnisnya di sektor pariwisata, dengan Gunung Agung pariwisata jasi lesu, industri pendukung pariwisata pun juga lesu," katanya kepada Bisnis, Jumat (21/9/2018).

Hal ini pun berdampak pada profit atau keuntungan bisnis selama 2017 yang hanya mencapai 90% dari target. Walaupun, volume penjaminan telah mencapai target. Kondisi itu akibat penyesuaian tarif mengikuti pasar.

"Disamping bencana adanya penyesuaian tarif atau penurunan tarif yang lebih akomodatif juga menjadi alasan karena persaingan jadi pendapatan kita juga lebih rendah," katanya.

Kata dia, setelah Gunung Agung, bisnis Jamkrindo di wilayahnya saat ini kembali dihadapkan dengan gempa Lombok. Akibatnya, hingga memasuki September 2018, realisasi capaian volume penjaminan baru 50%. Seharusnya, melihat kondisi tahun-tahun sebelumnya, realisasi hingga September sudah menyentuh 75%.

Walaupun demikian, pihaknya sendiri tetap optimistis dengan penjaminan kredit di 2018 akan mencapai target.

Adapun hingga 31 Agustus 2018, realisasi penjaminan Jamkrindo Bali Nusra pada kredit KUR telah tercapai Rp2,3 triliun 58% dari target Rp3,9 triliun. Sementara, realisasi penjaminan kredit non KUR hingga 31 Agustus 2018 adalah sebesar Rp2,8 triliun atau 51% dari target Rp5,4 triliun.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya