Inggris Tertarik Jadikan Bali Second Cities Programme

Oleh: Feri Kristianto 19 September 2018 | 15:50 WIB
Inggris Tertarik Jadikan Bali Second Cities Programme
Wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Kuta, Bali, Selasa (20/3/2018)./JIBI-Rachman

Bisnis.com, DENPASAR--Kedubes Inggris di Indonesia berencana menempatkan satu orang staf khusus di Bali karena tertarik menjadikan Denpasar atau Bali dalam program Second Cities Programme.

Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Inggris Rob Fenn didampingi Prosperity Officer Indira Agustin menyampaikan program itu sudah sukses dilaksanakan di dua kota yakni Bandung dan Surabaya.

Melalui program ini, telah terjalin kerjasama di berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, bahkan infrastruktur. 

Surabaya misalnya telah memperoleh manfaat dengan menjadi sister city Liverpool, Inggris dimana keduanya memiliki kemiripan dalam hal pelabuhan dan sepakbola.

Selain membantu peningkatan kapasitas pelabuhan, Liverpool juga membuka sekolah sepakbola dan memfasilitasi kaum disabilitas Surabaya untuk belajar di Inggris.  

Menurutnya, kerjasama ini nantinya tidak hanya melibatkan antar pemerintah tapi juga antar masyarakat.Fenn mengatakan, Denpasar menjadi kota terdepan di wilayah Indonesia Timur yang cocok dilibatkan dalam program ini. 

“Berdasarkan hasil penelitian kami ada dua kota yang berpotensi, kami putuskan Denpasar lebih matang untuk kerjasama Second Cities ini,” kata Fenn saat bertemua Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace, Rabu (19/9/2018).

Fenn juga menyinggung keberhasilan Program Protect and Preprlare, kerjasama keamanan di Bali untuk melindungi turis asing.

Program itu berjalan dengan baik dan sangat penting untuk kedua pemerintah sehingga Bali bisa menjadi contoh untuk semua negara.

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik tawaran dukungan kerjasama dari pemerintah Inggris untuk kemajuan Bali ke depan. Secara khusus Koster menyoroti masalah penting di bidang kesehatan.

Pihaknya berencana menyiapkan dokter spesialis kandungan dan anak untuk disebar ke seluruh puskesmas di pelosok desa untuk menjamin kesehatan ibu dan anak di Bali. 

 “Mudah-mudahan pertemuan ini bisa membuka jalan untuk hubungan antara pemerintah, khususnya dengan pemerintah daerah,” harap Koster.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya