Bali Pastikan Pelayanan Kesehatan 24 Jam ke Delegasi IMF-WB 2018

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 18 September 2018 | 16:15 WIB
Bali Pastikan Pelayanan Kesehatan 24 Jam ke Delegasi IMF-WB 2018
Ilustrasi/Bisnis.com


Bisnis.com, DENPASAR – Dinas Kesehatan Bali memastikan tim medis, ambulans, hingga rumah sakit akan siaga 24 jam selama pertemuan IMF-WB 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya mengatakan setidaknya ada 22 ambulans VVIP yang beroperasi selama acara. Masing-masing ambulans akan ada tim medis lengkap terdiri dari dokter, perawat, hingga driver.

Sementara, sejumlah rumah sakit juga disiagakan seperti RS BIMC siloam nusa dua, RS siloam, RS Kasih Ibu, dan RSUP sanglah. Tim medis yang disiagakan mulai dari dokter bedah, anestesi, hingga jantung.

Suarjaya mengatakan tim medis hingga ambulans telah disiapkan sejak satu tahun sebelumnya. Nantinya, pada saat penyelenggaraan IMF-WB 2018, tim medis dan ambulans akan disiagakan di semua titik, seperti lokasi meeting, hotel, hingga perjalanan delegasi.

Kata dia, layanan kesehatan untuk delegasi bahkan akan disiagakan saat mereka menginjakkan kaki pertama kali di Bali. Seperti misalnya di bandara, akan disiagakan tim medis dan ambulans. Saat delegasi maupun Kepala Negara berpindah ke hotel maupun lokasi acara, tim medis dan ambulans tersebut akan terus mengikuti.

Di masing-masing hotel yang ditinggali delegasi, juga disiakan tim medis dan ambulans. Bahkan, venue juga disiapkan ambulans VVIP dan Mini ICU. Tim medis tersebut bahkan terdiri dari dokter spesialis bedah penyakit dalam, jantung, dan anestesi.

“Kita siapkan tim kesehatan dari bandara, kemudian delegasi kita juga akan kawal ambulans VVIP terutama kepala negara, dari bandara sampai Nusa Dua,” katanya kepada Bisnis, Selasa (18/9/2018).

Kata dia, rumah sakit yang berada di kawasan Denpasar dan Badung atau dekat venue IMF-WB 2018 juga disiagakan, terutama RS Sanglah. Semua rumah sakit tersebut dipastikan akan siap untuk melakukan segala macam tindakan medis.

“Tim disaster juga kami bentuk, ada simulasi disaster jadi kalau sewaktu-waktu ada kegawat daruratan bencana kita siap, radio komunikasi juga tidak hanya seluler tapi medik orari, karena kalau ada disaster telepon seluler mati, intinya kami medis siap bahkan saat terjadi disaster,” katanya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya