Pelindo III Pacu Konektivitas Arus Barang Bali-Nusa Tenggara

Oleh: Ema Sukarelawanto 01 September 2018 | 13:07 WIB
Pelindo III Pacu Konektivitas Arus Barang Bali-Nusa Tenggara
Penumpang turun dari Kapal Pelni KM Labobar saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/6/2018)./ANTARA-Moch Asim

Bisnis.com, DENPASAR - PT Pelindo III melakukan percepatan untuk mewujudkan interkoneksi arus barang antarpelabuhan di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

CEO PT Pelindo III Regional Bali-Nusa Tenggara Wayan Eka Saputra mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program tol laut Presiden Jokowi yang menghubungkan satu pelabuhan dengan pelabuhan lain, khususnya di wilayah timur Indonesia, termasuk Bali, NTB, dan NTT yang merupakan wilayah kerjanya.

“Sejumlah pelabuhan di ketiga provinsi ini diharapkan bisa menjadi jembatan bagi masyarakat dan memacu perekonomian setempat,” katanya, jumat (31/8/2018) petang.

Wayan Eka menjelaskan interkoneksi pelabuhan laut bisa mencapai berbagai pelosok di wilayah di ketiga provinsi termasuk kapal barang peti kemas, selain sebagai pelabuhan penumpang dan pengembangannya untuk mendukung pariwisata. 

Tata kelola interkoneksi antarpelabuhan ini, lanjut Wayan Eka, akan semakin memudahkan pengiriman barang dari dan ke Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor dan pulau lain. 

Ia menambahkan konektivitas yang lebih mudah diharapkan meningkatkan kelancaran arus distribusi barang, sehingga berpengaruh pada harga komoditas yang kian murah.

 “Barang mudah didapat, dan pastinya distribusi jadi mudah, dengan harga murah,” katanya.

Ia menganggap perubahan besar akan terjadi jika interkonektivitas diwujudkan baik itu untuk arus barang ataupun kapal pesiar. Apalagi, arus peti kemas ke arah timur Indonesia menurutnya sudah mulai banyak dan dari segi volume juga mulai besar.

“Bahkan, degan fasilitas yang kita miliki ekspor kjagung dari Sumbawa dna Flores bisa dilakukan secara langsung ke Vietnam dan negara tujuan lainnya melalui pelabuhan peti kemas yang ada,” kata Wayan Eka.

Pascagempa Lombok, lanjutnya, tidak ada kerusakan besar yang menimpa pelabuhan di Lombok maupun daerah lain.

Ia menyebut hanya ada rekahan di dermaga Pelabuhan Kahyangan, Lombok Timur, tetapi tidak mengganggu operasional pelabuhan.

 

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya