Jelang IMF-WB 2018, BMKG Tambah Peralatan Kondisi Cuaca di Bandara Ngurah Rai

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 28 Agustus 2018 | 13:53 WIB
Jelang IMF-WB 2018, BMKG Tambah Peralatan Kondisi Cuaca di Bandara Ngurah Rai
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati/bmkg.go.id

Bisnis.com, DENPASAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menambah peralatan pemantauan kondisi cuaca di Bandara Ngurah Rai, Bali menjelang gelaran International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) 2018.

Selain di Bali, tiga bandara lain di Indonesia juga dipasang peralatan serupa. Ketiga Bandara itu yakni Bandara Banyuwangi, Bandara Sultan Hasanudin di Makassar, dan Bandara Juanda di Surabaya. 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan di keempat bandara tersebut telah ditambah peralatan pemantauan kondisi cuaca tekanan udara, temperatur udara, kecepatan dan arah angin, serta jarak pandang.

Penambahan alat tersebut bertujuan untuk meningkatkan akurasi prakiraan cuaca bandara untuk menunjang keselamatan penerbangan. 

Adapun diperkirakan akan ada 100 pesawat delegasi IMF-World Bank yang datang ke Indonesia, termasuk salah satunya ke Bali. 

"Seluruh peralatan dioperasionalkan di empat bandara tersebut untuk menunjang lalu lalang pesawat delegasi IMF-World Bank 2018," katanya seperti dikutip dalam rilis, Selasa (28/8/2018).

Pergerakan Pesawat

Menurutnya, pergerakan pesawat dari dan menuju ke Bali akan meningkat berkali lipat selama pertemuan internasional tersebut. Oleh karena itu, peran BMKG dalam menyediakan informasi cuaca sangat dibutuhkan guna menjamin kelancaran lalu lintas penerbangan. 

Dia menilai data meteorologi sangat vital dalam operasional penerbangan.

Data tersebut menjadi acuan saat pembuatan flight plan (rencana penerbangan) untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan. 

"Acara ini sangat penting bagi Indonesia dan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata potensial, penambahan peralatan ini sebagai bentuk dukungan BMKG guna kesuksesan penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting 2018," katanya.

Dia menerangkan peralatan yang dipasang antara lain, AWOS kategori III di kedua ujung landasan pacu dan di tengah runway, LIDAR 3D untuk memantau sebaran abu vulkanik, dan wind profiler untuk mendeteksi potensi terjadi wind shear di sekitar wilayah bandara, serta client radar untuk meningkatkan akurasi informasi cuaca.

Selain, empat bandara tersebut, BMKG juga memasang dua radar maritim di Pelabuhan Banyuwangi dan Pelabuhan Labuan Bajo, NTT. Alat itu berfungsi untuk memonitor kondisi gelombang laut di pelabuhan penyeberangan tersebut.

 

 

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya