Garuda Indonesia Tawarkan Diskon Hotel Mitra

Oleh: Newswire 03 Agustus 2018 | 14:12 WIB
Garuda Indonesia Tawarkan Diskon Hotel Mitra
Sejumlah pesawat terparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (20/3/2018)./ANTARA-Wira Suryantala

Bisnis.com, DENPASAR – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menggandeng perhotelan untuk mendorong peningkatan okupansi kamar hotel di Tanah Air sehingga diharapkan dapat mendukung kemajuan industri pariwisata.

"Setiap pembelian tiket penerbangan, mitra korporasi kami akan mendapatkan potongan harga kamar di hotel yang kami ajak bekerja sama," kata Vice President Koordinator Penjualan Domestik Garuda Indonesia Hari Agung Saputra di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (3/8/2018).

Salah satu akomodasi yang diajak bekerja sama yakni hotel berjaringan Best Western di seluruh Indonesia.

Hari mengungkapkan pihaknya memiliki banyak mitra korporasi baik dari kalangan pemerintahan maupun perusahaan milik negara dan swasta. Apabila mitra korporasi tersebut menggunakan maskapai penerbangan itu, maka mereka mendapatkan keuntungan tambahan yakni potongan harga atau diskon menarik di hotel tersebut dengan menunjukkan tiket penerbangan.

"Mereka memiliki jaringan 17 unit hotel di Indonesia dan total 4.400 hotel di 120 negara," imbuhnya.

Meski demikian, keuntungan tersebut hanya berlaku di 17 hotel di Indonesia dan belum mencakup kerja sama jaringan hotel itu yang berada di sejumlah negara. Namun, Hari mengharapkan dalam waktu mendatang jaringan internasional hotel tersebut bisa juga dijalin kerja sama.

Sementara itu Presiden Direktur Best Western Indonesia Iwanto Hartojo optimistis dapat mengongkrak keterisian kamar perhotelan di Tanah Air sekaligus mendukung pariwisata.

"Kami sama sama ingin mengembangkan pariwisata Indonesia," katanya.

Dari 17 unit hotel di Tanah Air, paling banyak berada di Bali sebanyak lima unit hotel yang tersebar di Kuta, Ubud dan Jimbaran.

"Dengan mitra ini kami yakin dapat mendorong perekonomian dari sektor wisata Indonesia apalagi kami memiliki jaringan di 120 negara," ucapnya.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya