Bali Pamerkan 3.200 Koleksi Perangko Hindia Belanda hingga Asian Games

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 03 Agustus 2018 | 17:48 WIB
Siswa sekolah dasar sedang melihat koleksi perangko di Baliphex 2018, Jumat (3/8/2018)/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR -- Perkumpulan Filatelis Indonesia mengadakan Bali Philately Exibition (Baliphex) 2018 dengan memamerkan 3.200 perangko untuk meningkatkan literasi masyarakat hingga nasionalisme.

 

Ketua Panitia Bali Philately Exibition (Baliphex) 2018 Gede Ngurah Surya Adhinata mengatakan perangko memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia yakni dalam surat menyurat. Walaupun saat ini surat menyurat sudah mulai ditinggalkan, tetapi perangko tetap menjadi identitas nasional sebab merekam gambar-gambar yang mencirikan kehidupan Indonesia sejak dulu dan sekarang.

 

Dia memerinci ada sekitar 3.200 perangko yang dipamerkan di acara ini. Beberapa perangko memiliki gambar yang mencirikan masa penjajahan Hindia Belanda di Indonesia. Ada juga yang menggambarkan kehidupan Bali tempo dulu. Selain itu, perangko bergambar Asian Games 2018 juga dipamerkan. Sehingga, dari perangko bisa menggambarkan identitas bangsa dan meningkat nasionalisme.

 

Adapun Baliphex 2018 akan diadakan dari Jumat (3/8/2018) sampai Rabu (8/3/2018). Filatelis yang mengikuti pameran tidak hanya dari Bali maupun wilayah di Indonesia saja. Tetapi nantinya juga negara Asia Tenggara yang lain yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand. 

 

Sementara, pameran dibuka untuk umum dan diadakan di Museum I Am Bali, Renon, Denpasar. Pihaknya juga sengaja mengundang siswa sekolah dasar untuk melihat beribu koleksi perangko di acara tersebut. 

 

"Kita sengaja undang siswa sekolah untuk mengunjungi pameran ini, untuk meningkatkan pemahaman mengenai literasi, sejarah, dan nasionalisme," katanya kepada Bisnis, Jumat (3/8/2018).

 

Dia mengharapkan, literasi masyarakat terutama siswa sekolah semakin meningkat setelah pameran ini. Siswa sekolah dasar banyak yang membeli perangko saat pameran berlangsung dan kemungkinan akan menggunakannya untuk mengirim post card. 

 

Menurutnya, saat ini perangko di Indonesia lebih sering digunakan untuk mengirim post card sebab surat sudah mulai ditinggalkan. Untuk di Bali sendiri, wisatawan asing yang justru lebih sering menggunakan post card untuk berkomunikasi saat berlibur. 

 

"Misalnya ada ya g berlibur di Tanah Lot, wisatawan menggunakan post card sebagai alat komunikasi," katanya. 

 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya