Transaksi Pesta Kesenian Bali Capai Rp14 Miliar

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 23 Juli 2018 | 12:58 WIB
Transaksi Pesta Kesenian Bali Capai Rp14 Miliar
Acara penutupan Pesta Kesenian Bali ke-40 pada Sabtu (21/7/2018) malam./Antara-Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR – Total transaksi pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 yang diadakan selama 1 bulan mencapai Rp14 miliar atau meningkat 10% dari realisasi tahun lalu dengan dominasi penjualan produk kain tenun dan kerajinan perak.

Adapun transaksi yang tercatat merupakan proses jual beli produk di stand UMKM yang berjumlah 210 stand dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali sejumlah 10 stand.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Putu Astawa mengatakan peningkatan ini disebabkan karena makin banyaknya pengunjung PKB dan beragamnya jenis pameran.

Pada PKB tahun ini, produk yang dipamerkan mulai dari kain tenun, kerajinan perak, sandal kulit, dan berbagai anyaman dengan mode terbaru. Sementara, produk yang digemari adalah kain tenun dan kerajinan perak.

Menurut dia, produk-produk tersebut memang banyak diburu masyarakat. "Terjadi peningkatan penjualan artinya barang-barang yang dipamerkan banyak disukai," ungkapnya kepada Bisnis di Denpasar pada Senin (23/7/2018).

Dia mengemukakan setiap tahun transaksi di PKB memang harus selalu meningkat dan tahun depan ditargetkan mencapai Rp15 miliar.

Sementara, PKB tahun ini, walaupun transaksinya meningkat, banyak pelaku industri yang mengeluhkan waktu pelaksanaan yang tidak bertepatan dengan masa libur sekolah.

Waktu pelaksanaan PKB ke-40 memang mundur 2 pekan hingga libur sekolah sudah berakhir. “Padahal jika PKB ke-40 diadakan tepat waktu dan mengikuti libur sekolah, total transaksinya bisa lebih tinggi lagi. Mungkin bisa Rp15 miliar,” ungkap Putu Astawa.

PKB merupakan agenda rutin tahunan yang diadakan sebagai wujud apresiasi ke seniman Bali. PKB diadakan selama 1 bulan dengan menampilkan kearifan lokal masyarakat Bali. PKB tahun ini merupakan kali ke-40 dilaksanakan yang mulai 23 Juni hingga 21 Juli.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya