IMF & World Bank Group Annual Meeting, Kelistrikan Nusa Dua Akan Sangat Andal

Oleh: Feri Kristianto 22 Juli 2018 | 18:02 WIB
Karyawan memeriksa kesiapan alat untuk pasokan listrik pergelaran Asian Games 2018 di gardu induk Area Pelaksana Pemeliharaan (APP) Cawang, Jakarta, Selasa (10/7/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, DENPASAR - Kawasan BTDC Nusa Dua akan menjadi satu-satunya kawasan di Indonesia dalam hal kelistrikan yang paling siap menghelat acara berskala internasional sekelas pertemuan tahunan IMF & World Bank Group (WBG).

Predikat itu akan disandang kawasan seluas 300 ha tersebut, karena pada saat ini PT PLN (Persero) Area Distribusi Bali dalam proses meningkatkan suplai, kapasitas jaringan, hingga cadangan daya listrik hingga mampu mengantisipasi beban 10 MW.
GM PLN Area Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni menyatakan pasca-IMF & WBG Annual Meeting, jaringan listrik di BTDC akan sangat andal untuk menggelar pertemuan skala besar.

Dia mengatakan proses peningkatan itu ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2018, sebelum ajang pertemuan IMF & WBG. Nantinya, sistem yang ada saat ini ditingkatkan akan diujicoba pada September sehingga ketika pertemuan tahunan di Nusa Dua berlangsung pada Oktober mendatang akan siap.

“Peningkatan kapasitas ini secara tidak langsung manfaat dari pelaksanaan IMF & WBG Annual Meeting. Nanti selesai ajang ini, Nusa Dua benar-benar paling siap jadi host pertemuan skala dunia,” jelasnya, Jumat (20/7/2018).

Sebenarnya BTDC Nusa Dua sudah siap dalam hal kelistrikan untuk menjadi tuan rumah pertemuan internasional, namun pertemuan tahunan IMF & WBG membuat PLN terpaksa memperkuat dan meningkatkan jaringan serta daya.

Perusahaan pelat merah ini menginvestasikan dana senilai Rp30 miliar untuk memperkuat infrastruktur di lokasi 21 hotel bintang lima tersebut. Infrastruktur itu seperti penyediaan 3 unit UPS 3x350 Kv, dan peminjaman 18 unit eks Asian Games.

Menurut Suwarjoni, keberadaan UPS tersebut untuk memperkuat cadangan hotel-hotel yang menjadi tempat menginap sehingga tidak akan ada gangguan kelistrikan. UPS ini juga akan menghindari penggunaan genset apabila masih ada gangguan.

Infrastruktur lainnya yang dibangun adalah empat gardu berkapasitas masing-masing 630 Kv di BTDC. Revitalisasi trafo menjadi 630 Kv di area kantor keamanan BTDC dan di sekitar Museum Pasifika untuk keperluan cadangan daya.

Jaringan Permanen

Di Pulau Peninsula, PLN menanam jaringan kabel permanen sepanjang 800 meter sehingga ketika ada event besar tidak kesusahan mencari jaringan. Selain itu, melakukan rehabilitasi 1 gardu hubung dan 13 gardu bangunan di sekitar kawasan.

“Kami juga koordinasi dengan ITDC untuk menanam kabel fiber optik guna komunikasi remote control. Jadi kalau ada gangguan, sudah ada manuver jaringan yang terganggu itu sudah terisolasi,” jelasnya.

Hotel-hotel di kawasan BTDC Nusa Dua juga kini sedang dinilai oleh PLN terkait instalasi jaringan. Tujuannya, jangan sampai ketika suplai daya dari PLN aman, tetapi instalasi bermasalah sehingga menyebabkan terjadinya gangguan.

Suwarjoni mengungkapkan langkah ini ditempuh karena pengalaman di daerah lain terjadi gangguan listrik saat kunjungan RI 1.

“Setelah kami cek ternyata filter genset, ya kotor. Dengan dari sekarang kami nilai jaringan listrik di hotel, maka kami tahu titik mana saja bisa diperhatikan jika ada gangguan.

Suwarjoni menegaskan apabila ajang tiga tahunan tersebut rampung, pihaknya optimistis kemampuan BTDC Nusa Dua menggelar event serupa akan jauh lebih baik.

 

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya