Kompetisi Surfing Rip Curl 2018 Masuki Status Siaga Tinggi

Oleh: Ema Sukarelawanto 11 Juli 2018 | 23:44 WIB

Bisnis.com, BADUNG — Rip Curl Cup 2018, kompetisi surfing internasional, kini memasuki status “siaga tinggi” dan kemungkinan bakal berlangsung Minggu (15/7/2018) setiba ombak terbaik.

Jadwal kompetisi surfing internasional yang dipatok sepanjang bulan Juli ini memang tidak dapat dipastikan, karena hanya dilaksanakan pada saat kondisi ombak yang panjang dan kuat. Kompetisi yang berlokasi di Pantai Padang Padang, Labuan Sait, Pecatu, Kabupaten Badung itu kini menunggu pergerakan gelombang ombak besar dari arah barat daya yang diperkirakan sedang menuju Bali.

Ketua penyelenggara dan Marketing Manager Rip Curl SEA, James Hendy  mengatakan kondisi ini membuat status kompetisi ini berubah dari merah (siaga) menjadi kuning (siaga tinggi) dan berharap ombak yang diperkirakan datang pekan ini akan memberikan ‘lampu hijau’ para peselancar untuk berlaga.

“Gelombang ombak ini adalah gelombang yang ditunggu-tunggu sepanjang tahun oleh para surfer. Kami akan menyajikan kompetisi delapan surfer terbaik di dunia dan delapan surfer lokal terbaik spesialis Padang Padang menguji kemampuan mereka pada hari terbaik di tahun ini,” katanya, Rabu (11/7/2018). 

Pemrakira surfing resmi untuk acara ini, Surfline, mennyampaikan data gelombang barat daya yang panjang dan kuat akan terbentuk pada akhir pekan ini dan mencapai puncaknya pada Minggu (15/7/2018). Gelombang ombak ini disebutkan berasal dari sudut barat (219 derajat) yang ideal untuk menerjang karang di Padang Padang.

Menurut Surfline, badai telah terlacak lebih jauh ke utara dari badai Samudra Hindia yang berukuran rata-rata, dan berarti arahnya akan lebih mendekat ke Bali. Ukuran gelombang ombak ini harus berada dalam kisaran 8-10 inci selama ombak pasang yang tinggi dan akan menjadi lebih besar lagi pada siang harinya saat air surut turun dan kumpulan gelombang ombak terbesar akan terjadi hingga 12 inci.

Juara bertahan “Rip Curl Cup” dan surfer asal Padang Padang, Mega Semadhi mengaku sangat senang bisa kembali turut serta berkompetisi di tahun ini, bahkan optimistis untuk menang.

"Padang Padang adalah salah satu ombak terbaik di Indonesia. Ini tempat yang sempurna untuk berbagi dengan beberapa surfer terbaik di dunia. Ketika mendapatkan kombinasi yang luar biasa antara ombak yang hebat dan surfer terbaik dunia di satu hari yang spesial, saya rasa semua orang akan pulang dengan kesan mendalam terlepas bagaimana hasil akhirnya nanti,” katanya.

Head of Media Communications Rip Curl SE Asia Gamelia Carbery menambahkan pada putaran pertama (heat 1) diikuti Garut Widiarta dan Agus “Blacky” Setiawan (Indonesia), Jay Davies (Australia), dan Mason Ho (Hawaii). Pada heat-2 mempertandingkan Lee Wilson dan Mustofa Jeksen (Indonesia), Josh Kerr (Australia), dan Bruno Santos (Brazil). 

Pada heat-3 mempertemukan Mega Semadhi dan Alik Rudiarta (Indonesia), Jack Robinson (Australia), dan Gearoid McDaid (Irlandia). Sedangkan pada heat-4 bakal menguji penampilan Bol Adi Putra dan Mega Artana (Indonesia), Jacob Willcox (Australia), dan Nic Von Rupp. 

Pada putaran kedua (heat 1) mempertemukan Garut Widiarta dan Mustofa Jeksen (Indonesia), Bruno Santos (Brazil), dan Jacob Willcox (Australia). Pada heat-2 menampilkan Lee Wilson dan Agus “Blacky” Setiawan (Indonesia), Jack Robinson (Australia), dan Gearoid McDaid (Irlandia).

Pada heat-3 menguji Mega Semadhi dan Mega Artana (Imdonesia), Josh Kerr (Australia), dan Nic Von Rupp. Serta pada heat-4 mempertandingkan Made Adi Putra dan Alik Rudiarta (Indonesia), Jay Davies (Australia), dan Mason Ho (Hawaii). 

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer