Gerai Hardys Beroperasi lagi, Momentum Kebangkitan Ritel Bali

Oleh: Feri Kristianto 05 Juli 2018 | 14:00 WIB
Jaringan ritel di Bali Hardys dinyatakan pailit. /Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR — DPD Aprindo Bali semakin optimistis pertumbuhan industri ritel di Pulau Dewata pada tahun ini bisa mencapai 12% seiring dengan kembali beroperasinya supermarket Hardys Retailindo.

Anak Agung Ngurah Agung Agra Putra, Plt Ketua DPD Aprindo Bali, mengatakan bertambahnya pelaku usaha ritel di daerah ini akan membuat masyarakat kembali memiliki pilihan membelanjakan uangnya. Menurutnya, beroperasinya Hardys akan semakin mendekatkan ritel dengan masyarakat.

“Kalau tadinya mereka malas karena lokasi ritel di dekatnya tutup, sekarang ada pilihan karena lebih dekat,” jelasnya Kamis (5/7/2018).

Hardys Retailindo merupakan salah satu jaringan ritel lokal besar di Pulau Bali. Jaringan ritel ini sebelumnya dimiliki oleh Hardys Group, tetapi kemudian diambil alih Bank Muamalat. PT Arda Sedana Retailindo mengambil alih kepemilikan sebanyak 10 outlet Hardys dan sudah membuka kembali tiga outlet di Denpasar, Tabanan dan Buleleng.

Agra menuturkan pembukaan Hardys akan membantu menopang pertumbuhan penjualan ritel di Pulau Dewata. Diakuinya, paska ditutup pada tahun lalu, banyak konsumen Hardys yang beralih ke jaringan ritel lokal dan nasional yang ada di daerah ini. Dia tidak khawatir pembukaan kembali ritel tersebut akan menarik pembeli yang sempat pindah, tetapi justru yakin akan menambah pembeli baru.

“Karena itu tadi, kalau sebelumnya enggan berbelanja berhubung lokasi Hardys dekat akhirnya memilih menahan diri. Sekarang kondisinya akan berbeda, mereka akan spending lagi,” paparnya.

Agra menuturkan sejak beberapa tahun lalu, Hardys memiliki kontribusi besar terhadap industri ritel di Bali.  Alhasil dengan dibukanya kembali jaringan ini maka akan memberikan dampak positif. Menurutnya, jaringan ini sudah memiliki pasar tersendiri khususnya masyarakat Bali.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya