Pemda Sarbagita Bali Sepakat Dukung PLTSa TPA Suwung

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 26 Juni 2018 | 14:43 WIB
Wawali Denpasar IGN Jaya Negara (kiri) saat meninjau lokasi pengurugan sampah di TPA Suwung./Bisnis-Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Daerah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) memastikan dukungannya pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) TPA Suwung yang ditarget rampung pada akhir 2021.

Pemerintah Daerah Sarbagita memastikan akan rutin mengirimkan sampah ke TPA Suwung jika nantinya PLTSa terealisasi. Selain itu, Pemerintah Sarbagita juga menyatakan kesiapan untuk memberikan pendanaan dalam bentuk sharing cost jika nantinya diperlukan.

Kepala UPT Pengolahan Sampah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bali Ni Made Armadi mengatakan masing-masing kabupaten di daerah Sarbagita belum memiliki rencana ke depan untuk membuat TPA baru.

Hingga saat ini, keempat kabupaten ini akan terus mengirimkan sampah ke TPA Suwung. Ketegasan untuk terus mengirimkan sampah ke TPA Suwung menjadi salah satu bentuk dukungan pada proyek PLTSa ini.

“Pemerintah Daerah Sarbagita mendukung karena merupakan program strategis nasional,” katanya, Selasa (26/6/2018).

Kata dia, Pemerintah Sarbagita dan Bali juga menyetujui penunjukkan Indonesia Power sebagai pengembang proyek PLTSa ini.

Nantinya, Indonesia Power sebagai anak perusahaan PLN akan diberikan mandat untuk mengatur proses bidding pemilihan investor terkait pengadaan proyek.

Adapun saat ini, telah ada 53 investor yang tertarik pada proyek PLTSa TPA Suwung. Namun, baru 6 diantaranya yang serius ingin melakukan feasibility studiy (vs).

Sebagain besar investor merupakan perusahaan dalam negeri dengan teknologi luar seperti Jerman yang menggunakan system pembakaran untuk menghasilkan listrik.

“Kebanyakan teknologinya asing tapi investornya asal dalam negeri seperti ada yang alatnya dari Jerman dengan menggunakan system pembakaran yang nantinya bisa menghasilkan listrik,” katanya.

Kata dia, walaupun Pemerintah Daerah Sarbagita telah menyatakan keseriusan untuk menyalurkan dana ke proyek PLTSa TPA Suwung, hingga saat ini belum ada ada besaran pasti mengenai sharing cost. Besaran sharing cost belum bisa dikeluarkan karena masih menunggu Feasibility Study (FS).

Sementara, dipastikan besaran sharing cost ditentukan oleh volume sampah yang masing-masing kabupaten bawa ke TPA Suwung.

Saat ini, rata-rata TPA Suwung menerima 1.700 ton sampah dalam sehari. Jumlah ini masih fluktuatif tergantung pelaksanaan hari raya maupun liburan. Nantinya, 1.700 ton sampah diprediksi akan menghasilkan 10 MW listrik.

“Harapan kita dengan adanya PLTSa akan mampu mengurangi sampah di TPA Suwung yang saat ini sudah overload,” katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya