Penjualan Kendaraan di Bali Mulai Naik, Penyaluran Masih Terbatas

Oleh: Feri Kristianto 25 Juni 2018 | 16:59 WIB
Penjualan Kendaraan di Bali Mulai Naik, Penyaluran Masih Terbatas
Ilustrasi: Mobil Mitsubishi Xpander dipamerkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Tangerang Banten, Jumat (11/8)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, DENPASAR — Badan Pendapatan Daerah Bali mengharapkan ATPM kendaraan bermotor dapat lebih cepat menyalurkan kendaraan baru ke Pulau Dewata agar membantu pendapatan asli daerah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bali I Made Santha mengungkapkan penjualan kendaraan bermotor khususnya roda empat di daerah ini menunjukkan peningkatan. Hanya saja, pajak dari penjualan itu belum dapat masuk ke kas daerah karena pihak dealer belum bisa cepat mengirimkan pemesanan kendaraan yang dilakukan konsumen.

“Jadi sebenarnya laporan dari dealer sudah tinggi pemesanannya, cuma masalahnya indennya lama. Akhirnya ya pajaknya pembeliannya belum bisa diproses,” jelasnya, Senin (25/6/2018).

Santha menyebutkan salah satu merek kendaraan pemesannya sangat tinggi, tetapi jatah untuk Bali hanya sedikit akhirnya jumlah konsumen yang menerima mobil baru terbatas. Kendati demikian, pihaknya tetap optimisti dengan target PAD senilai Rp3,34 triliun bisa tercapai.

Dia mengatakan meskipun penyaluran kendaraan baru roda empat terbatas, tingginya pemesanan menunjukkan adanya gairah bagi perekonomian daerah. Santha mengharapkan pada semester kedua tahun ini, dealer dapat memenuhi pemesanan.

Berdasarkan data Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Bali, hingga triwulan I/2018, PAD Bali sudah terealisasi mencapai Rp734 miliar atau tumbuh 16,32% dibandingkan triwulan sama tahun lalu. Meskipun meningkat, pertumbuhannya masih lebih rendah dibandingkan triwulan I/2018 yang mencapai 17,82% atau Rp631 miliar.

Tumbuhnya realisasi PAD tersebut terutama didorong akselerasi pendapatan pajak daerah sebesar 11,65%, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang sebesar 4,08%. Akselerasi pendapatan pajak daerah tersebut didorong beberapa kebijakan yang ditempuh Pemerintah Provinsi Bali untuk meningkatkan pendapatan pajak daerah

Kebijakan itu seperti pembebasan denda pajak untuk pajak kendaraan dan peningkatan tarif pajak kendaraan, kerjasama dalam penghimpunan pajak kendaraan dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor. Selain itu, pelaksanaan kegiatan samsat keliling yang dilakukan secara rutin dan reguler, dan peningkatan tarif untuk pajak air permukaan, mendorong peningkatan PAD.

Berdasarkan strukturnya, seperti pada periode sebelumnya PAD masih didominasi pendapatan pajak daerah, dengan pangsa mencapai 90%, sedikit mengalami penurunan dibandingkan triwulan I/2017, dengan pangsa mencapai 94%. Komponen lainnya adalah lain-lain pendapatan daerah yang sah dengan pangsa 9%, lebih tinggi dibandingkan 5% pada triwulan I/2017. Sementara retribusi daerah hanya memiliki pangsa 1% dan cenderung stabil.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya