Perekonomian Bali Diprediksi Bisa Tumbuh 6,2% pada Triwulan II

Oleh: Feri Kristianto 21 Juni 2018 | 16:33 WIB
Tiga penari membawakan Tari Sekar Jagat dalam rangkaian doa bersama di lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (7/6). /Antara-Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR — Perekonomian Bali pada triwulan II/2018 diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, dan berada pada kisaran 5,8% - 6,2%.

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana mengatakan peningkatan tersebut didorong oleh akselerasi komponen utama dan lapangan usaha utama ekonomi Bali. Dari sisi permintaan, kinerja ekonomi Bali terutama didorong oleh akselerasi semua komponen utama ekonomi Bali, meliputi: konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi dan ekspor luar negeri.

“Sejalan dengan itu, akselerasi ekonomi Bali pada triwulan II/2018 dari sisi penawaran juga didorong oleh akselerasi 5 dari 6 lapangan usaha utama ekonomi Bali, yaitu, lapangan usaha penyediaan akomodasi makan dan minum, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, konstruksi serta industri, pengolahan,” jelasnya, Kamis (22/6/2018).

Causa menuturkan peningkatan kinerja tersebut didorong adanya adanya perayaan hari keagamaan, pelaksanaan pemilukada, dan pembayaran THR dan gaji ke 13 & 14 PNS yang diikuti oleh peningkatan gaji ke 14 PNS. Selain itu, masa libur lebaran yang lebih panjang, realisasi belanja pemerintah dan masuknya puncak panen komoditas padi, mendorong akselerasi masin-gmasing komponen permintaan dan lapangan usaha tersebut.

Menurutnya, kinerja itu ditopang dengan adanay peningkatan ekspor luar negeri, baik ekspor jasa maupun barang, kinerja lapangan usaha akmamin dan transportasi.

Causa menegaskan meningkatnya frekuensi penerbangan sejalan dengan adanya penambahan direct flight baru sepanjang triwulan II 20185, membaiknya kinerja ekonomi negara mitra dagang utama Bali pada tahun 20186 masuknya periode pariwisata juga akan ikut berpengaruh.

Secara khusus pihaknya melihat kinerja sektor pertanian juga akan cerah seiring membaiknya cuaca dan masuknya musim panen puncak komoditas padi. Untuk lapangan usaha konstruksi dan komponen investasi diprakirakan akan menunjukkan peningkatan dengan adanya pengerjaan pengembangan dan pembangunan infrastruktur menyambut IMF-WB AM 2018. Adapun proyek itu seperti underpass Simpang Ngurah Rai, penataan TPA Suwung, dan perluasan apron Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Selain itu, penyelenggaraan IMF-WB AM 2018 juga meningkatkan kapasitas usaha industri perhotelan, termasuk pengerjaan konstruksi beberapa hotel baru di Bali sehingga meningkatkan kinerja lapangan usaha konstruksi dan komponen investasi,” jelasnya.

Dari berbagai prompt indicator ekonomi Regional di Wilayah Bali dan hasil survei dan liaison, terindikasi tendensi terjadi peningkatan kinerja ekonomi Bali pada triwulan II/2018. Kondisi ini juga didukung oleh beberapa faktor internal dan eksternal yang mendukung terealisasinya peningkatan kinerja ekonomi Pulau Dewata.

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya