WISATA GRASTRONOMI, Ubud Dinilai Paling Siap

Oleh: Feri Kristianto 21 Juni 2018 | 14:54 WIB
Ilustrasi festival kuliner./Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR—Ubud, Kabupaten Gianyar dinilai sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang siap untuk ditetapkan sebagai Destinasi Gastronomi di Tanah Air.

Daerah ini dinilai punya kelengkapan menjadi destinasi grastronomi karena keberadaan perpaduan kuliner tradisional dan internasional, kesiapan suplai produk, nilai kelokalan hingga keberadaan chef yang mampu memadukan kuliner tradisional.

Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Revita Datau Messakh menekankan perpaduan itu ditambah dengan destinasi Ubud yang memiliki keindahan alam dan nilai sejarah kuat sehingga sangat memenuhi.

“Ubud itu kalau dari 10, tinggal 3 belum. Potensi dan masyarakatnya juga sudah siap tinggal branding,” jelasnya, Kamis (21/6/2018).

Ubud dinilai mirip dengan “surga” gastronomi di Spanyol, yakni San Sebastian yang kaya akan kuliner berpadu dengan keindahan alam.

Vita menuturkan saat ini pihaknya bersama dengan Pemkab Gianyar sedang menyiapkan standar melalui UNWTO agar penetapan sebagai prototipe destinasi gastronomy di Indonesia bisa lolos.

Adapun langkah yang harus segera dilakukan adalah bagaimana membuat cerita semenarik mungkin mengenai potensi Ubud ke dunia, khususnya dalam hal kuliner.

Vita menyatakan daerah ini sudah sangat sangat siap dalam sejumlah hal, tetapi masih ada beberapa kendala yang harus segera diperbaiki agar benar-benar layak menjadi destinasi gastronomi.

“Ubud itu budayanya tinggi, mulai dari restoran heritage dan peraih award dunia ada di situ. Cara berpikirnya di sini sudah global makanya ada festival juga. Cuma pasarnya yang tidak siap, harus direvitalisasi agar siap,” jelasnya.

Vita menyatakan sebenarnya ada beberapa daerah lain di Indonesia yang memiliki potensi seperti Ubud. Yogya dan Makassar adalah contoh kota besar di negara yang ini yang punya peluang sebagai destinasi gastronomi. Hanya saja, jika dibandingkan Ubud maka pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di dua kota tersebut lebih banyak.

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya